Prosa Tanpa Jeda

Semoga adanya bahagia, damai dan bersimbah cahaya jua. Dalam dekapan malam dinginnya pagi, yang kabutnya pun nyaris tak menghalangiku untuk kembali menghitung titik embun. Dalam hamparan mega, yang samarnya pun masih merupakan satu yang mempertegas…

Dua Manusia Perkasa

Aku cukup memahami keletihanmu diri, yang sangat.. Tubuh yang mulai lunglai dikuras sibuk, sampai detik ini dapat pula aku rasakan beku dalam perutmu. Biar capek biar kesal entah pada siapa, toh asyik juga kebiasaan ini…

Tak Ada Kritik

Manifestasiku, Kan terusikan dalam Kefaktaan langkah Dalam tali Allah Bukan hanya dalam Ilusi fatamorgana Sehingga kan terpacu jua Alam instink yang kupunyai, akal Di Fondasinya, hanya Allah Harapan nikmat yang terkembang Unjuk rasa Ke pangkuan…

Munajat

Takbirku ! Berlalu Sekarang yang diambil kemarin Tabir hatiku Disewakan Bahkan semuanya, terluka Kalaupun dilirik Kan temukan Sang Kuasa Berikan ampunan Di sajadah malam buta Dua katapun Bergemuruh di dada Ku bisikkan Kegundahan Yang tersiasa…