Atheis Itu “Vegetarian”

atheis itu vegetarian

Atheis Itu Vegetarian | Pernah ada seorang atheis yang bilang ke saya “Konsep ketuhanan dalam agama Kristen itu seperti hubungan keluarga. Ada Tuhan Bapa, Tuhan Ibu dan Tuhan Anak. Sedangkan Konsep ketuhanan dalam agama Islam lebih mirip seperti pasangan homo: ada Tuhan, dengan rasul Muhammad sebagai kekasihnya..”

Saya tidak mengomentari statementnya itu. Pertama, karena perdebatan tentang Tuhan -terutama dengan seorang atheis- tidak menarik minat saya. Kedua, karena ketika dia bilang itu saya sedang asyik main gadget. Maklum laah…jaman dia ngomong itu saya lagi demam akut sama Game Hayday 😀

Barangkali sikap saya akan berbeda jika yang mengajak bicara adalah seorang pemeluk agama Kristen, Katolik, Budha atau agama lainnya. Secara sukarela saya akan angkat bicara dan menghadapinya dengan serius.

Itupun hanya untuk menjelaskan konsep ketuhanan dalam agama saya, dan bukan untuk mengkonter “tuhannya” si lawan bicara, apalagi sampai memperdebatkan mana Tuhan yang lebih real, lebih oke, dan lebih yoih. No no no..itu bukan karakter saya.

Kenapa saya berbeda sikap ketika menghadapi dua manusia itu??

Yaaaa…kalau berbicara dengan orang yang percaya Tuhan, sekurang-kurangnya kita sudah punya kesamaan frame Tuhan itu apa, ‘history’nya bagaimana, konsep ‘memperlakukan’ Dia seperti apa. Sedikit banyak ada pola-pola kesesuaian pandangan yang nyambung atau bisa disambung-sambungkan.

Kalaupun ada yang beda..yaa wajar, namanya juga beda agama. Paling tidak, syarat utama sama-sama percaya bahwa “Tuhan itu ada”, sudah terpenuhi.

Tapi…membicarakan Tuhan dengan seorang atheis? Waduhh! Itu seperti sampeyan menggambarkan enaknya steak dan sate kambing kepada seorang vegetarian. Susyahh!

Arif Wachyudin

Penulis amatiran. Meski lahir di Banyumas, tapi sebenarnya saya adalah penduduk asli surga yang diturunkan ke bumi untuk bermain-bermain.

Latest posts by Arif Wachyudin (see all)

Sebarkan!

Random Posts :

Tinggalkan Balasan