| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori RohaniSup dari SurgaPenulis: Anonim | Diposting: 09 Mei 2009 | Komentar: 0 komentarSufyan mengulang pertanyaannya itu hingga tiga kali, barulah Ibrahim mau menjawab."Kuminta kau merahasiakan apa yang akan ku ceritakan ini dan tidak menceritakannya kepada orang lain." "Tentu saja,"kata Sufyan."Silahkan,katakan saja apa yang kamu kehendaki." Maka berceritalah Ibrahim bahwa ia sangat ingin memakan sup.Tetapi ibrahim sudah mampu menahan keinginanya itu selama 30 tahun."Namun,tadi malam aku bermimpi didatangi seorang pemuda tampan,membawa sebuah mangkok hijau yang berisikan sup yang masih hangat.Tapi, saya menolaknya. Namun, pemuda itu menyodorkan lagi mangkok itu kepadaku sembari berkata,"Hai Ibrahim, makanlah ini!" Ibrahim berkata,"Aku tidak akan makan apapun selama 30 tahun karena Allah SWT." Pemuda itu lalu berkata,"Bagaimana menurutmu jika yang memberikan ini adalah Allah SWT?" Maka Ibrahim tidak dapat berkata - kata kecuali menangis dan pemuda itu menyodorkan lagi mangkok itu agar Ibrahim mau memakannya. Ibrahim lalu berkata,"Bagaimana aku akan memakan sesuatu yang aku tidak tahu asal usul makanan itu?" Pemuda itu menjawab,"Semoga Allah mengampunimu. Mangkok berisi ini aku terima dari malaikat Ridwan yang menyuruhku memberikanya kepadamu sebagai karunia dari Allah atas kesabaranmu yang mampu menahan Hawa Nafsu selama ini.Saya mendengar para malaikat berkata bahwa, "Barang siapa yang diberi sesuatu tetapi ia meolak, maka ia mencari sesuatu yang tidak akan diberi." Lalu Ibrahim menerima pemberian itu sambil berkata, "Kalau demikian, baiklah aku terima, tapi saksikanlah bahwa aku tidak mengkhianati perjanjianku dengan Allah." Ibrahim melihat seorang pemuda lagi yang menjulurkan tangan ke pemuda itu sambil berkata, "Hai khidir, berikanlah ini kepadanya." Maka, khidir menerima mangkok hijau itu dan menyuapka isi mangkok itu sehingga ia terbangun. Setelah ia terbangun, lezatnya makanan dan harumnya bau supm itu masih tercium jelas dimulutnya.Kemudian Ibrahim menuju sumur Zam - zam untuk mencuci mulut dan berkumur, namun lezatn dan bau makanan itu tetap saja melekat pada mulutnya. Sufyan terharu mendengar cerita Ibrahim itu. Lalu ia meminta agar Ibrahim mendekatkan mulutnya ke hidung Sufyan. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Ibrahim bin Adham. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Kak Rico
![]() Keinginan untuk menjadi Pendongeng sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh pria kelahiran Jakarta berdarah Padang, Ambon, dan Manado ini. Kak Rico lebih senang berkecimpung dalam dunia Teater, Musik, dan ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||