| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori RohaniSumpah Suci Orang SuciPenulis: Anonim | Diposting: 15 Januari 2011 | Komentar: 0 komentar"Tolonglah saya,” pemuda itu memohon. "Ada orang yang salah menuduh, dikiranya saya mencuri. Ia mengejar saya bersama banyak orang. Kalau mereka sampai menangkap saya, kedua tangan saya akan dipotong.” Pemuda itu kemudian memanjat pohon yang digunakan Orang suci itu untuk bermeditasi dan cepat bersembunyi di antara dahan dahannya, ” Tolong jangan katakan kepada mereka dimana saya bersembunyi,” kata pemuda itu memelas. Orang suci itu melihat dengan mata hatinya, bahwa si pemuda memang tidak bersalah dan telah berkata sesungguhnya. Beberapa menit kemudian datanglah sekelompok orang desa dan pemimpinnya bertanya, "Bapak melihat pemuda yang berlari ke arah sini?” Berpuluh tahun sebelumnya Orang suci itu pernah bersumpah untuk selalu berkata jujur, jadi ia mengatakan telah melihat pemuda itu. "Kemana perginya?” kata si Kepala Desa itu tak sabar. Orang suci itu sebenarnya tidak ingin mengkhianati pemuda, namun sumpahnya telah menakutkannya. Ditunjuknya pohon diatasnya. Penduduk desa beramai ramai menyeret si pemuda keluar dari sela sela dahan dan memotong kedua tangannya. Ketika orang suci itu mati, dia dibawa ke Mahkamah Agung Surga. Ia dikutuk karena sikapnya terhadap pemuda tidak berdosa itu. Tetapi, si orang suci protes, "saya telah bersumpah suci saya akan selalu berkata jujur.” Pengadilan itu berkata, "Namun hari itu kamu lebih mencintai kebanggaan dari kebajikan. Bukan demi kebajikan kamu menyerahkan pemuda itu kepada penuntutnya, namun kamu semata mata mempertahankan citra kosong tentang dirimu sendiri sebagai orang suci. Kebajikan manusia yang terbatas kerap memandu pemahaman menjadi kekuatan yang memaksa kita untuk berbuat jahat...” (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Emha Ainun Nadjib
![]() Lahir di Djombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953 adalah seorang tokoh intelektual yang mengusung nafas Islami di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||