| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori RohaniSetan Di Tengah Diskusi WaliPenulis: Anonim | Diposting: 26 Juli 2008 | Komentar: 0 komentarDiskusi yang diawali dengan begitu tenang, kemudian menjadi berubah. Bukannya membahas masalah Majapahit, tapi diskusi para wali itu menjadi meruncing tatkala Sunan Kudus menyindir pakaian yang digunakan Sunan Kalijaga. Menurut Sunan Kudus, pakaian yang dipakai Sunan Kalijaga tidak "Islami", dan dia juga mengungkit-ungkit soal penggunaan bunga setandan (kemenyan) dalam tradisi Jawa. Menanggapi pernyataan Sunan Kudus yang tajam seperti itu, Sunan Kalijaga menjawabnya dengan santai. Tak mau kalah, Sunan Kalijaga kemudian menjawab, "Fungsi bunga setandan itu untuk membuat bau yang harum. Agama kita mengajarkan untuk menggunakan bau-bauan yang wangi. Orang Jawa, identik dengan kemenyan. Apa salahnya kalau bunga itu dimanfaatkan agar dapat memperkhusyu' ibadah?" "Masalah pakaian yang saya kenakan, bukankah ajaran agama kita lebih mengutamakan menutup aurot daripada terpaku pada formalitas pakaian belaka?", sindir Sunan Kalijaga dengan santun. "Lebih baik begini, tapi aurat tertutup," ujar Sunan Kalijaga kemudian. Sunan Kudus yang merasa pakaiannya terbuka (tersingkap) hingga lutut, kemudian cepat-cepat menutup auratnya yang terbuka itu. Diskusi pun kemudian terbawa ke hawa panas. Suasana sidang diskusi para wali menjadi tegang. Untunglah dengan bijaksana, Sunan Ampel segera mengingatkan mereka berdua. "Saudara-saudara, setan telah menghinggapi di hati saudara-saudara. Sudahlah dihentikan saja diskusinya". Para wali menundukkan kepala. Merekapun kemudian mengucapkan istighfar. Mohon ampun pada Allah. *** Begitulah. Di manapun, baik di dunia nyata ataupun maya (internet), setan bisa menjamah. Dalam sidang para wali saja bisa, apalagi hanya sekedar level sidang macam politisi di DPR/MPR, di Wijayakusama dan di berbagai diskusi yang lainnya. Suasana panas, penuh emosi, mudah tersinggung dan sebagainya adalah indikasi bahwa setan ada di antara diskusi kita. Dengan menyebut nama Allah, mari kita berlindung dari-Nya atas segala tipu daya setan, sambil tetap menjaga erat persahabatan. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Kak Rico
![]() Keinginan untuk menjadi Pendongeng sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh pria kelahiran Jakarta berdarah Padang, Ambon, dan Manado ini. Kak Rico lebih senang berkecimpung dalam dunia Teater, Musik, dan ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||