| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori RohaniJejak KakiPenulis: Anonim | Diposting: 12 Oktober 2011 | Komentar: 0 komentarSetelah adegan terakhir, ia menoleh ke belakang. Dilihatnya bahwa sering kali dalam jalan hidupnya hanya ada sepasang jejak saja. Diperhatikannya juga bahwa hal itu terjadi justru pada saat-saat ketika ia sangat susah dan sedih. Ini betul-betul membingungkannya. Lalu, ia bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, Engkau pernah berkata bahwa Engkau akan mendampingi diriku sepanjang jalan. Akan tetapi, telah kulihat bahwa dalam saat-saat yang paling sukar dalam hidupku, hanya ada sepasang jejak saja. Aku tidak mengerti, mengapa justru pada waktu aku paling membutuhkan Engkau, aku Kautinggalkan.” Tuhan menjawab, "Anakku yang terkasih. Aku cinta padamu dan tidak pernah sedikit pun meninggalkanmu. Selama masa percobaan dan kesengsaraanmu, ketika engkau hanya melihat satu pasang jejak saja, justru pada saat-saat itulah Aku memikul engkau..." (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Putu Wijaya
![]() Beliau mempunyai nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||