| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori RohaniArti KebahagiaanPenulis: Ach Sabiqul Khoir Abbas, LC | Diposting: 09 Juli 2009 | Komentar: 0 komentarMaka, sebenarnya hanya orang yang cerdas dan jeniuslah yang bisa merasakan kebahagiaan sepanjang hidupnya bahkan sampai nanti di akhirat dimana kebahagiaan disana bersifat hakiki dan abadi dan 999…kali lebih utama. Seorang dikatakan jenius apabila ia mempunyai 3 kecerdasan dalam dirinya yaitu: 1. Kecerdasan intelektual. 2. Kecerdasan emosional. 3. Kecerdasan spiritual. Yang terakhir inilah yang sangat penting untuk membuat orang lebih mudah dalam memperoleh kebahagiaan yang bersifat permanen dan abadi mulai di dunia sampai nanti di akhirat, tentu dengan melakukan dua kecerdasan di atas terlebih dahulu. Kenapa seorang yang mempunyai kecerdasan sepiritual adalah orang yang paling bahagia didunia dan akhirat nanti? ada beberapa kepribadian dan pemikiran mereka, sehingga mereka jadi orang super bahagia didunia ini. diantaranya: 1. orang tersebut sangat bertaqwa kepada allahSWT dan taat kepada printah agama serta menjauhi larangannya. perlu diketahui bahwa perintah agama pasti ada manfaat yang positif, dan ada hikmah yang mulia. sebaliknya sesuatu yang dilarang pasti ada madlaratnya atau akibat yang negatif dari segi phisik maupun mental. dengan begitu orang tersebut otomatis telah meraih kebaikan dan keindahan. 2. orang tersebut telah ma’rifat kpd ALLAH, sehingga dalam segala aspek kehidupannya ia selalu berpijak pada aturan2 dan tuntunan agama. bukan hanya sikap dhohir yang memakai manejeman agama tetapi sampai gerak gerik hatipun ia memakai manejemen yang didasarkan tuntunan agama. itu semua semata mata karena orang tersebut sangat taat dan takut akan siksa ALLAH serta cinta kepadaNYA. dengan begitu, maka hati orang tersebut akan bersih dan suci dari rasa dengki, dendam, iri, sombong, marah, dsb. yang mana semua itu akan membawa kepada kebinasaan, kehancuran, kesengsaraan dan ketidakbahagiaan. 3.didalam kehidupan ia mempunyai prinsip bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah dari ALLAH dan atas izin ALLAH serta sudah taqdir dari ALLAH, maka jika ALLAH tidak menghendaki sesuatu itu terjadi maka sesuatu itu tidak akan terjadi. dan segala sesuatu yang dikehendaki ALLAH, maka sesuatu itu pasti terjadi. entah itu baik atau buruk, musibah atau nikmat, menyenangkan atau menyedihkan, maka bagaimanapun juga semua itu hakikatnya adalah BAIK karena itu semua terjadi atas kebijaksanaan ALLAH, dan disitu pasti tersimpan suatu hikmah yang besar yang mungkin kita belum tahu. dengan begitu orang tsb akan senang, gembira, syukur dan bahagia atas apapun yang terjadi. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Putu Wijaya
![]() Beliau mempunyai nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||