| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori RenunganTentang AyahkuPenulis: Layla Nurul | Diposting: 29 Juli 2008 | Komentar: 0 komentarUntuk diriku, dalam lelah yg asyik Aku cukup memahami keletihanmu diri, yang sangat.., tubuh yang mulai lunglai dikuras sibuk, sampai detik ini dapat pula aku rasakan beku dalam perutmu, biar cape biar kesal entah pada siapa, toh asyik juga kebiasaan ini terlalui, karena di sana ada banyak keindahan yang didapati, coba lihat La… Bagi bapak dan mamamu, suasana seperti ini adalah sesuatu yang selalu mereka tunggu sepanjang karier mereka, seandainya Tuhan ijinkanpun, biarlah tiap bulan namanya Syawal, biarlah tiap hari limpah ruah orang yang mampir ke kedai kecil mereka ini, tumpah bak hujan yang tak bawa bencana, tapi uang, uang yang berkah…, coba perhatikkan… Bagi bapak, tak jadi masalah sesegera mungkin bangun dari kenikmatan tidur malam, dan beliau sebelum subuh menyapa, bapak tak pernah segan mengawali semuanya dengan banyak keyakinan “Hari ini, daganganku pasti laku dan laris…”, dibalik lelah yang nyaris nggak pernah beliau katakan pada anak – anaknya, bapak…, adalah satu dari sekian sedikitnya manusia yang tak pernah mampu merasa menyesal menjalani rutinitas yang cukup sulit ini, bagiku, dan juga kamu diri yang dalam…, kekaguman terhadap pribadi bapak yang sempurna tak pernah terpungkiri sampai kapanpun, lihat… Lihat tubuhnya yang mulai menua, matanya yang cekung menandai bahwa ia sudah bukan manusia muda lagi, ia semakin mudah lelah, tubuhnya lebih ringkih, tapi tetap tegar hadapi semuanya.., jadi… Kelelahanmu tak ada apa – apanya dibanding bapakmu, yang harus berangkat pagi pulang sudah didampingi terik matahari !!, belum lagi …banyak hal dari sikap, perilaku, perkataan dari kamu, adik – adikmu , mama yang sangat sering tanpa disadari telah menambah beban dalam hatinya, Dan mama, dengan segala perangainya yang khas..,mengajak aku, dan adik – adikku disaat seperti ini tidak menjadi anak – anak yang cengeng, nggak boleh !!, tidak sama sekali !!, entah bagaimana jalan pikiran mama, yang kadang cukup menyulitkan pikiran kami, sebab yang nampak dari sikap dan pribadinya adalah pribadi yang keras, tak kenal takut dengan apapun, dan berprinsip, diriku.. Sebenarnya ini yang jadi masalah untuk kita, bahwa, kita tak tahu bagaimana memahami kasih sayang mama, dengan cara yang seperti itu, sementara kamu dan adik – adik kamu harus mengakui bahwa suatu hal yang pasti, bahwa, mamalah yang sangat berjasa dalam merubah perilaku cengeng kita jadi tegar, meski terpaksa pada awalnya, mulailah, lihat dan perhatikkan lebih dekat semuannya, selamat beristirahat…. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Kak Rico
![]() Keinginan untuk menjadi Pendongeng sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh pria kelahiran Jakarta berdarah Padang, Ambon, dan Manado ini. Kak Rico lebih senang berkecimpung dalam dunia Teater, Musik, dan ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||