| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori RenunganMengapa Harus Benci?Penulis: Anonim | Diposting: 13 Juli 2008 | Komentar: 0 komentarMengapa sih saat kita gagal bersama dengan orang lain kita harus membencinya ?? Apakah semua harus seperti itu ?? Mengapa tidak kita tanamkan kebaikannya dalam hati kita untuk mengubur semua kebencian itu ?? Mengapa tidak kita kenang saat-saat manis bersamanya demi menghilangkan rasa benci itu ?? Dan mengapa kita tidak diam untuk melupakan segala kebencian kita terhadapnya ?? Mengapa kita harus berkoar-koar ke mana mana demi mengatakan bahwa kita membencinya ?? Mengapa tidak kita berdoa agar kebencian itu berubah menjadi rasa sayang, sayang sebagai teman atau bahkan sayang sebagai saudara, tanpa melupakan segala yang pernah ada ?? Mengapa harus kita luapkan kebencian kita dengan saling memanasi satu sama lain, atau dengan saling berkoar ke sana ke mari hanya demi mengatakan "aku membencimu ?". Tidak bijak rasanya kita saling membenci hanya karena kita tidak menjadi dekat ?? Kenapa kita begitu picik dengan mengatakan bahwa orang lain yang tidak mengerti kita sementara kita sendiri tidak mau mengerti orang lain, bukankah pada hakekatnya kita harus saling mengerti tanpa tendensi pamrih bahwa kita juga harus di mengerti.. bagaimana kita dapat mengatakan cinta sementara kita sendiri tidak pernah mau mengerti siapa dan apa yang kita cintai.. bagaimana kita dapat mengatakan cinta sementara kita masih bingung harus bagaimana dan harus mengapa dengan cinta kita ?? Apakah pantas kita mengatakan aku cinta padamu sementara kita tidak yakin bahwa kita akan mampu menderita bersamanya ?? Siapkah aku menerima ia apa adanya ?? Hari ini mungkin ia masih gagah, atau mungkin hari ini ia masih cantik.. namun beberapa tahun ke depan.. saat rutinitas mulai terasa menjemukan... masih mampukah kita mengatakan padanya bahwa "aku cinta padamu" ?? Masih cintakah kita saat ia tidak bisa apa-apa ?? Masih sayangkah saat ia harus kehilangan apa yang selama ini membuat kita mencintainya ?? Masihkah perasaan kita sama dengan saat pertama kali kita mengenalnya ?? Atau bahkan sudah hilang dan berganti dengan rasa muak ?? Jangan membayangkan cinta dari keindahannya.. namun bayangkanlah yang terjelek dari cinta.. segala yang memuakkan.. dan saat semua itu tidak membuat kita berpaling dari nya.. barulah kita dapat mengatakan padanya... "aku cinta padamu" siapapun kamu dan apapun adanya kamu. Belajar mengerti cinta.. itu yang sedang aku lakukan.. sampai kapan aku dapatkan jawaban aku sendiri tidak tahu.. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Andrie Wongso
![]() Andrie Wongso sering disebut sebagai The Best Motivator atau Motivator No.1 Indonesia. Selain menjadi seorang motivator handal, Andrie Wongso juga dikenal sebagai pengusaha yang cukup sukses. Kemauannya untuk berbagi semangat, pengalaman, ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||