Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Renungan > Mencintai
 
 

Kategori Renungan

Mencintai

Penulis: Anonim | Diposting: 21 April 2011 | Komentar: 0 komentar

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Mau pasang iklan juga? klik disini
Seorang miliarder lanjut usia sekarat dalam usianya yang hampir 100 tahun. Dalam perjalanan hidupnya dia selalu memperoleh apa yang dia punya. Harta, Istri yang cantik, anak-anak yang pandai dan menurut, dan hidup yang menyenangkan. Ia puas benar dalam hidupnya, hingga ia kehilangan semuanya. Istrinya meninggal puluhan tahun yang lalu. Anak-anaknya berkelana dengan bisnis mereka keseluruh penjuru dunia tanpa pernah ingat pulang, dan hartanya kian lama kian habis karena kebutuhan dirinya dan anak-anaknya.

Hingga pada akhirnya, karena ketenarannya pada masa-masa akhir hidupnya, dia sempat diwawancara oleh sebuah koran lokal tempat dia tinggal, dan begini katanya...

Apa yang belum saya lakukan : mencintai

Anda boleh mengira saya punya segalanya, karena memang itu adanya. Namun saya lupa satu hal. 'mencintai'.

Dulu saya pikir ketika saya sukses maka akan lebih banyak kebahagiaan akan datang pada saya. Saya mengira dengan makin kaya istri dan anak-anak saya akan makin bahagia, namun saya salah. Istri saya meninggal lebih awal karena saya tidak sempat memberikan sedikit waktu untuknya. Saya hanya berharap dimengerti dengan kesibukan saya. Saya lebih menjadi saya yang 'take it or leave it', saya lupa saya tak pernah belajar memberi waktu, memberi pengertian tanpa harus dimengerti, itukah mencintai?

Ketika muda, saya merasa dunia bisa saya taklukan. Mimpi saya segudang untuk diberi jabatan, diberi kekuasaan. Semua akan memberikan segala apa yang saya inginkan. Pergi kerumah ibadah buat saya adalah buang-buang waktu. Sampai saya mulai tak bisa banyak bergerak karena kelumpuhan. Disana saya menemukan satuhal bahwa Tuhan mengajarkanku penantian tanpa akhir, kesetiaan. DIA tetap memberiku kesembuhan agar aku bisa berbahagia kembali. Semacam kesempatan kedua, padahal aku telah men'campakan'NYA dan melupakanNYA. Itukah Mencintai?

Dulu saya selalu berpikir memberi tanpa menerima adalah bodoh, namun ternyata saya salah. memberi yang HARUS menerima adalah pembodohan itu sendiri. Coba kutanya padamu, relakah kamu kehilangan separuh atau seluruh hartamu tanpa jelas? tidak bukan? Aku sempat tak bicara 30 Tahun dengan anak sulungku karena dia berbisnis dengan separuh uangku. dan ludes rugi Namun seorang petani kecil pengolah ladangku memberikan contoh padaku. Ketika anaknya ingin keperguruan tinggi, dia datang padaku dan berkata. "Tuan, bila berkenan bolehkah Tuan meminjamkan aku sekian besar uang, maka abdiku selamanya untuk Tuan" kupikir...apakah anak itu sampai ia begitu berharga? apakah anak itu pasti membalas kebaikan bapaknya? Tidak bukan...Jadi apakah mencintai itu ketulusan tanpa pamrih yang percaya? Kurasa orang yang bisa mencintai adalah orang yang sangat cerdas. Karena mencintai justru mempersiapkan kemungkinan terburuk dengan cara yang terbaik.


Yah..kalau aku boleh menyarankan untuk dunia. Berbahagialah kamu yang dicintai. Namun belajarlah mencintai. Karena dengan mencintai kamu bisa menghargai. Dengan menghargai kamu tahu bagaimana berlaku yang sebaik-baiknya secerdas-cerdasnya. Dan dengan berlaku sebaik-baiknya kamu tahu bagaimana rasanya gagal dan dibohongi. Dengan tahu rasanya gagal dan dibohongi kamu tahu dan mengaggumi kebangkitan dari kegagalan dan pengampunan sejati, dan dari kegagalan kamu belajar sejuta kemenangan serta dari pengampunan kamu belajar bersyukur diampuni olehNYA. Karena kemenangan dan pengampunan adalah pencapaian, dan pencapaian tertinggi adalah berkat dan pengampunan Tuhan bukan? dan Tuhan mencintai kita dengan memberikan kita kehidupan.. (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Aesop
Foto Aesop
Aesop dikenal karena cerita-cerita fabel yang dianggap berasal dari dia. Berbagai macam kumpulan fabel dari Aesop masih diajarkan sebagai pendidikan moral dan digunakan sebagai subyek dari berbagai macam hiburan, khususnya dalam ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori RenunganMencintai
Seorang miliarder lanjut usia sekarat dalam usianya yang hampir 100 tahun. ...
Artikel Kategori RenunganMembaca Hati
Sahabat yang baik akan lebih banyak 'membaca' hati kita dari pada ...
Artikel Kategori RenunganManusia Dalam Cermin
Bertahun-tahun lalu ada seorang penjelajah yang pergi ke alam liar Afrika. ...
Artikel Kategori PuisiPerempuan
Perempuan, bersimpuh ia dalam kedinginan malam yang mengejek kesendiriannya tidak! ia tidak sedang ...
Artikel Kategori RenunganMakan Tak Habis, Ayam Mati
Ada salah satu falsafah hidup orang Jawa yaitu "yen mangan ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
9
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -