| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori RenunganManusia Dalam CerminPenulis: Anonim | Diposting: 07 Nopember 2008 | Komentar: 0 komentarPenjelajah menerangkan pada pria pribumi bahwa bukan untuk itu maksud cermin dibuat. Penjelajah membawa pribumi ini pada cermin satunya yang masih tersisa dan menunjukkan padanya guna cermin : bagaimana melihat jika rambutnya tersisir rapi, untuk melihat apakah cat di wajahnya sudah tepat dan untuk melihat bagaimana besarnya ototnya kini. Penduduk asli begitu terpesona kala cermin itu mampu menunjukkan sisi terbaik dirinya dan merefleksikan seorang pria yang ramah. Itulah yang terjadi dengan jutaan orang di sekeliling kita. Mereka menjalani kehidupan dengan mengharapkan suatu pertarungan. Mereka mengharapkan pertempuran dan itulah caranya mereka bersikap. Mereka mengharapkan memiliki musuh dan mereka begitu yakin dengan hal itu. Mereka mengharapkan untuk mengalami kesulitan, agar pemerintah mencoba mengambil manfaat dari keberadaan mereka, agar perusahaan memberi pekerjaan lemburan dan membayar mereka dengan murah. Coba tebak apa yang sebenarnya terjadi? Ini benar-benar kedengaran seperti kebanyakan tayangan popular di TV. Mereka mempertunjukkan perkelahian, argumentasi dan melibatkan karakteristik terburuk dari manusia. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Putu Wijaya
![]() Beliau mempunyai nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||