Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Renungan > Manusia Dalam Cermin
 
 

Kategori Renungan

Manusia Dalam Cermin

Penulis: Anonim | Diposting: 07 Nopember 2008 | Komentar: 0 komentar

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Mau pasang iklan juga? klik disini
Bertahun-tahun lalu ada seorang penjelajah yang pergi ke alam liar Afrika. Di antara berbagai bawaan, dia membawa dua buah cermin ukuran besar. Ketika tiba penjelajah ini menaruh cermin ini pada dua pohon yang berhadapan kala dia sedang mempersiapkan penjelajahan. Lalu dia memperhatikan seorang penduduk asli datang menghampiri satu dari cermin itu dengan tombak di tangannya. Penduduk asli ini mulai menusuk-nusuk cermin itu, dan pada akhirnya membuat semua gerakan untuk membunuh lawan yang dia lihat di cermin. Penjelajah lalu berjalan ke arah penduduk asli dan menanyakan mengapa dia meremukkan kaca cermin itu. Penduduk asli membalas : "Dia (bayangan dalam cermin) bermaksud membunuh saya, jadi saya bunuh dia lebih dulu".

Penjelajah menerangkan pada pria pribumi bahwa bukan untuk itu maksud cermin dibuat. Penjelajah membawa pribumi ini pada cermin satunya yang masih tersisa dan menunjukkan padanya guna cermin : bagaimana melihat jika rambutnya tersisir rapi, untuk melihat apakah cat di wajahnya sudah tepat dan untuk melihat bagaimana besarnya ototnya kini. Penduduk asli begitu terpesona kala cermin itu mampu menunjukkan sisi terbaik dirinya dan merefleksikan seorang pria yang ramah.

Itulah yang terjadi dengan jutaan orang di sekeliling kita. Mereka menjalani kehidupan dengan mengharapkan suatu pertarungan. Mereka mengharapkan pertempuran dan itulah caranya mereka bersikap. Mereka mengharapkan memiliki musuh dan mereka begitu yakin dengan hal itu. Mereka mengharapkan untuk mengalami kesulitan, agar pemerintah mencoba mengambil manfaat dari keberadaan mereka, agar perusahaan memberi pekerjaan lemburan dan membayar mereka dengan murah. Coba tebak apa yang sebenarnya terjadi? Ini benar-benar kedengaran seperti kebanyakan tayangan popular di TV. Mereka mempertunjukkan perkelahian, argumentasi dan melibatkan karakteristik terburuk dari manusia. (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Putu Wijaya
Foto Putu Wijaya
Beliau mempunyai nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori RenunganManusia Dalam Cermin
Bertahun-tahun lalu ada seorang penjelajah yang pergi ke alam liar Afrika. ...
Artikel Kategori PuisiPerempuan
Perempuan, bersimpuh ia dalam kedinginan malam yang mengejek kesendiriannya tidak! ia tidak sedang ...
Artikel Kategori RenunganMakan Tak Habis, Ayam Mati
Ada salah satu falsafah hidup orang Jawa yaitu "yen mangan ...
Artikel Kategori RenunganLima Menit Lagi
Pada suatu hari, tampak seorang ayah sedang berdiri di taman, menemani ...
Artikel Kategori CintaKetika Takdir Menguji Cinta
DUBRAK…” dibanting pintu kamar kost nya.Hari yang melelahkan..” getar bibirnya pelan. ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
9
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -