Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Renungan > Makan Tak Habis, Ayam Mati
 
 

Kategori Renungan

Makan Tak Habis, Ayam Mati

Penulis: Anonim | Diposting: 07 Nopember 2008 | Komentar: 0 komentar

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Mau pasang iklan juga? klik disini
Ada salah satu falsafah hidup orang Jawa yaitu "yen mangan kudu dientekne, nek ora entek mengko pitike mati lho" (kalau makan harus dihabiskan, kalau tidak habis, nanti ayam akan mati). Setiap kali mengingatnya saya sedikit bertanya-tanya, apa iya ada hubungannya antara makan nggak habis sama ayam yang jadi mati... Hehehe... Bukannya yang bener itu malah kebalikannya, kalau kita makannya habis, ayamnya akan mati karena tidak dapat makan bagian dari sisa makanan kita tadi hehehehehe....

Ternyata setelah dihayati dan direnungkan ternyata ada maksud baik dan mulia dari adanya peraturan tak tertulis itu tadi... Menghabiskan makanan yang akan kita makan tadi merupakan penghormatan kepada makanan itu sendiri dan kepada banyak pihak yang turut andil terhadap hadirnya makanan tersebut di meja makan kita.

Bayangkan bagaimana perjalanan sebutir nasi itu untuk ada di piring kita masing-masing. Sudah banyak proses yang dijalani oleh sebutir nasi itu. Banyak orang pula yang turut andil terhadap proses tersajinya makanan itu. Nasi berasal dari bibit padi yang ditanam petani yang kemudian menjadi beras. Sayuran yang kita makan diperoleh dari petani sayur yang bekerja dengan tekun dan sungguh-sungguh menjaga dan merawat sayur hingga masa panen tiba. Ikan yang kita makan berasal dari para nelayan yang mencari ikan di laut. Kita juga tak bisa menepikan peran penting dari para pedagang yang menjual lalu kita beli dan muncul pada sebuah piring di meja makan kita lewat sebuah proses yang bernama masak-memasak di dapur.

Beras, sayur, ikan dan yang lainnya tersebut kemudian dimasak menggunakan kompor entah itu yang menggunakan minyak tanah atau gas supaya menjadi nasi yang akan kita makan nanti. Sementara gas dan minyak tanah yang kita gunakan tersebut dihasilkan oleh para penambang yang berkerja di kilang pengeboran minyak atau gas bumi.

Jadi begitu banyak peran orang-orang disekitar kita demi hadirnya makanan yang kita santap tersebut. Jadi hikmah dari menghabiskan makanan tersebut adalah kita menghormati begitu banyak orang yang telah berjasa kepada kita serta senantiasa bersyukur akan adanya makanan tersebut. "Karena bila ada sebutir nasi saja yang tercecer karena tidak kita habiskan, ibaratnya nasi tersebut akan menangis," begitulah pesan dari bibiku di Trenggalek untuk selalu mengingatkanku yang selalu kucamkan di otakku hingga saat ini. (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Emha Ainun Nadjib
Foto Emha Ainun Nadjib
Lahir di Djombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953 adalah seorang tokoh intelektual yang mengusung nafas Islami di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori PuisiPerempuan
Perempuan, bersimpuh ia dalam kedinginan malam yang mengejek kesendiriannya tidak! ia tidak sedang ...
Artikel Kategori RenunganMakan Tak Habis, Ayam Mati
Ada salah satu falsafah hidup orang Jawa yaitu "yen mangan ...
Artikel Kategori RenunganLima Menit Lagi
Pada suatu hari, tampak seorang ayah sedang berdiri di taman, menemani ...
Artikel Kategori CintaKetika Takdir Menguji Cinta
DUBRAK…” dibanting pintu kamar kost nya.Hari yang melelahkan..” getar bibirnya pelan. ...
Artikel Kategori RenunganKupu-Kupu
Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
9
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -