| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori RenunganKehidupan Seperti RodaPenulis: Anonim | Diposting: 22 Maret 2011 | Komentar: 0 komentar"Itu perlambangan manusia yang telah matang dalam meresapi asam garam kehidupan. Itu perlu kita jadikan cermin. Ketika bernasib baik, sesekali perlu kita sadari bahawa satu ketika kita akan mengalami nasib buruk yang tidak kita harapkan. Dengan demikian kita tidak terlalu bergembira sampai lupa bersyukur kepada yang Maha Pencipta. Ketika nasib sedang buruk, kita memandang masa depan dengan tersenyum optimis. Optimis saja tidak cukup, kita harus mengimbangi optimisme itu dengan kerja keras." "Apa alasan saya untuk optimis, sedang saya sadar nasib saya sedang jatuh dan berada dibawah." "Alasannya ialah iman, karena kita yakin akan pertolongan yang Maha Kuasa." "Hikmah selanjutnya?" "Orang yang terkenal satu ketika mesti bersiap sedia untuk dilupakan, orang yang diatas harus siap mental untuk turun kebawah. "Orang kaya satu ketika harus siap untuk miskin. "Orang sehat mesti ingat akan sakit" "Orang muda mesti bersiap untuk hari tua" "Orang hidup mesti bersiap untuk mati" Lantaran kita berasal dari tanah dan kembali menjadi tanah.... bukankah itu suatu perputaran roda. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Kak Rico
![]() Keinginan untuk menjadi Pendongeng sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh pria kelahiran Jakarta berdarah Padang, Ambon, dan Manado ini. Kak Rico lebih senang berkecimpung dalam dunia Teater, Musik, dan ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||