| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori RenunganIngat Di Saat SendiriPenulis: Anonim | Diposting: 23 Juli 2008 | Komentar: 0 komentar"Nyamuk di seberang terlihat, Gajah di kelopak mata tidak terlihat" .. sori agak ngeganti isi pepatahnya .. Disaat kita dekat dengan orang-orang yang mencintai kita, terkadang kita cuex untuk membalas cintanya .. bahkan mungkin saja, tidak terbayang sedikitpun untuk mengingatnya dalam doa, jarang mengingatnya dalam kegiatan kita .. pokoknya mereka hanyalah sosok-sosok yang sepintas tidak kita kenal dalam keseharian aktifitas kita. kecuali keseharian kita bila ada di rumah. Namun hal itu akan berubah 100% disaat kita jauh dengan mereka semua, semua bayangan dari hal yang kecil hingga betapa berjasanya mereka dalam kehidupan kita, semuanya melintas dan mengalir begitu saja., bagaikan arus sungai terderas di manapun. Dan hal seperti ini terus akan membayangi betapa indah dan betapa menyenangkan saat diantara mereka, padahal saat kita bersamanya .. hal itu bukanlah hal yang begitu indah dan spesial. bagai angin lalu lah ... astaghfirrullah. Lalu, mulailah mengalir doa dan harap kesehatan kepada mereka-mereka yang kita cintai, harap berjumpa lagi dalam waktu dekat, harap selalu mengetahui kabar mereka bagaimanapun kondisinya. "Rindu dan kangen selalu menyelimuti orang-orang yang bepergian atau jauh dari keluarga, bagaimanapun kesibukan kita dan besarnya tanggung jawab yang ada di pundak, meski dia presiden sekalipun" (ini ungkapan seseorang yg pernah ngobrol ama penulis saat ada di Jambi, Beliau berasal dari Pontianak) Betapa kuatnya rasa hati itupun yang selalu berhasil membuat gambaran-gambaran / imajinasi perantau sehingga dapat menampilkan sosok-sosok yang mereka cintai dalam kebersamaan walaupun jaraknya jauh. Ada hikmah yang jelas muncul saat kita jauh, yaitu semakin menebalkan cinta kita kepada mereka, sungguh mereka bagian hidup yang tidak dapat terpisahkan dimanapun kita berada .. bahkan bila ada penghujung duniapun, cinta itu akan tetap terbang bebas menjumpai orang-orang yang kita kasihi dan kita cintai. Insya ALLAH. Oleh karena wahai rekan, sahabat, teman .... ingatlah mereka disaat kita dalam kelonggaran, di saat kita dekat, di saat mereka masih hidup. Cintai sepenuh hatilah mereka, saat ini sampai kapanpun .. sertakanlah mereka dalam doa kita sehari-hari .. insya ALLAH, kita berupaya untuk menjadi anak sholeh dan sholehah untuk mereka. amin.. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Putu Wijaya
![]() Beliau mempunyai nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||