Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Renungan > Indahnya Berbagi
 
 

Kategori Renungan

Indahnya Berbagi

Penulis: Anonim | Diposting: 12 Oktober 2011 | Komentar: 0 komentar

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Mau pasang iklan juga? klik disini
Bahagia tidak selalu karena memperoleh sesuatu. Entah barang yang sudah lama kita idam-idamkan atau keinginan yang terpendam terpenuhi. Bahagia bisa juga karena dari memberi. Seperti cerita seorang teman yang bahagia meski ia kehilangan sesuatu. Saat meng-gowes ia berpapasan dengan seorang pemuda biasa yang bersepeda juga. Sepeda pemuda itu begitu biasa, teramat biasa dibandingkan sepeda teman saya tadi. Awalnya hanya berbasa-basi sampai akhirnya pemuda tadi bertanya di mana bisa membeli lampu kelap-kelip yang teramat bagus di matanya itu.

Teman saya sungkan menjawab sebab pasti pemuda tadi akan terkejut. Dengan sedikit berbohong bahwa ia masih memiliki satu lampu seperti itu, ia pun memberikan lampu tadi ke pemuda tadi. Ia merasa senang melihat pemuda tadi mukanya cerah. Teman saya tadi bilang bahwa bisa jadi dulu mukanya begitu sewaktu ibunya membelikan mainan yang ia idam-idamkan. Dengan memberi, teman saya tadi merasa bahagia.

Saya pun merasakan hal yang sama. Hanya saja kali ini saya memberi sesuatu barang yang tidak saya beli. Saya dikasih dan barang itu saya kasih ke teman. Saya sebenarnya berharap sekali memperoleh barang itu, tapi melihat teman saya berkeinginan untuk menjajal bersepeda, ya apa salahnya saya ikut mendukungnya.

Dalam sebuah seminar motivasi, seorang pembicara mengungkapkan kekuatan memberi. Orang yang memberi akan memperoleh imbalan yang berlipat. Entahlah, apakah teman saya tadi berharap imbalan. Saya sendiri yakin ia tidak pernah berharap imbalan. Ia pernah berujar bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Dan kita bukanlah gudang yang mampu menampung semua barang "keinginan". Ia mengibaratkan dirinya sebagai saluran. Dan kebahagiaan saluran adalah jika apa yang lewat dari dirinya mengalir dengan lancar dan sampai di tujuan.

Banyak cerita soal memberi ini yang pada akhirnya membuktikan adanya kekuatan memberi, The Power of Giving. Kalau dikaitkan dengan hukum alam, ya "Giving and Receiving". Karena memberi di satu pihak berarti menerima di pihak lain. Dua hal itu adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Teman saya tadi bahagia karena telah memberi kebahagiaan seorang pemuda (yang menerima pemberian lampu). Bisa saja pemuda tadi sudah lama menginginkan lampu kelap-kelip di belakang demi keselamatannya. Kekuatan memberi (dan menerima) ini demikian dahsyat karena merupakan esensi dari alam semesta itu sendiri. Tidak berlebihan jika Deepak Chopra dalam "7 Spiritual Law of Success" mencantumkan "Law of Giving" sebagai hukum kedua untuk sukses. Alam semesta berjalan menurut sirkulasi memberi dan menerima.

Dalam seluruh fenomena alam, berjalan hukum memberi dan menerima. Manusia menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida, sementara tanaman menggunakan karbon-dioksida dalam proses fotosintesa dan membebaskan oksigen. Proses memberi dan menerima, membuat segala sesuatu di alam semesta ini berjalan, mengalir. Orang-orang zaman dahulu rupanya sangat memahami hal ini. Misalnya uang, alat tukar, dalam bahasa Inggris disebut currency, yang akar katanya adalah bahasa Latin currere yang artinya mengalir. (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Kak Rico
Foto Kak Rico
Keinginan untuk menjadi Pendongeng sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh pria kelahiran Jakarta berdarah Padang, Ambon, dan Manado ini. Kak Rico lebih senang berkecimpung dalam dunia Teater, Musik, dan ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori RenunganIndahnya Berbagi
Bahagia tidak selalu karena memperoleh sesuatu. Entah barang yang sudah lama ...
Artikel Kategori RenunganIbunda...
Kalau ibunda membelai rambutmu kalau ibunda mengusap keningmu, memijiti kakimu Nikmatilah dengan syukur ...
Artikel Kategori RenunganIbu, Ijinkan Aku Menciummu
Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu ...
Artikel Kategori CerpenPerpisahan Ini Bukan Keinginanku
Masih saja ini kejadian yang megejutkan buat Rianty sekalipun ini kejadian ...
Artikel Kategori RenunganHidup Itu Sederhana
alau kita tanyakan pada seseorang yang kita anggap berhasil dalam hidupnya: ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
8
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -