Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Renungan > Bunda, Kau Memang Legenda
 
 

Kategori Renungan

Bunda, Kau Memang Legenda

Penulis: Haddad Alwi | Diposting: 26 Juli 2008 | Komentar: 0 komentar

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Mau pasang iklan juga? klik disini
Bunda,
...ingin kuceritakan padamu beberapa peristiwa yang belum pernah kusampaikan padamu. Sejak lama aku menyimpannya dalam hati dan ingatanku. Selalu saja aku tergoda untuk menyampaikannya. Ada saja hambatan moral yang kurasakan, tanpa sebab-sebab yang jelas. Mungkin sekedar budaya timur yang tidak terbiasa mengungkapkan isi hati secara terbuka. Tapi kali ini, rasanya aku seperti terdesak harus menyampaikannya, bahkan menuliskannya sebagai catatan kecil ini. Justru pada usiaku yang lebih dari dewasa ini, kebutuhanku kepadamu wahai bunda, makin menjadi-jadi.

Aku ingin kembali kau timang, duduk dipangkuanmu sambil merapatkan kepalaku didadamu yang memberi rasa aman dan nyaman. Bahkan sesekali aku ingin merengek seperti masa kecilku dulu. Tidak ada tempat lain yang lebih sejuk darimu, bunda. Kau sendiri seringkali, sambil tersenyum-senyum menceriterakan kembali bagaimana elusanmu pada ubun-ubunku,cukup membahagiakanku.

Sungguh bunda,...tapak kakimu adalah sorga bagiku. Dalam pandanganku engkaulah ibu, yang dimaksudkan sebagai ibu, dalam arti kata yang sesungguhnya. Dimana aku tidak merasa malu atau enggan bahkan bila engkau melihat cacat dan kelemahanku. Dihadapanmu aku tidak bisa lain, kecuali sebagaimana adanya. Bagaimana tidak !? Engkaulah orang pertama kali yang menutupi auratku dengan pelukanmu sejak aku kau lahirkan dulu. Engkau bahkan telah mengenal tingkah polahku sejak dalam rahimmu.

Setelah Allah swt, engkaulah yang paling mengenal diriku. Sekarang, aku seperti butuh dimanja. Begitulah kira-kira perasaanku saat ini. Agaknya bila kini aku tak tahan untuk menyimpan ceriteraku lebih lama, sebenarnya itulah bentuk kemanjaanku yang baru.

Begini bunda,... saat kuantar anakku masuk sekolah tk untuk pertama kalinya, kulihat dia, anakku, berbaris bersama murid-murid baru yang lain. Sebentar-sebentar ia menengok padaku. Tampak diwajahnya kekhawatiran, takut kalau-kalau aku tiba-tiba pergi meninggalkannya. Kau tahu bunda, apa yang kurasakan saat itu ?
Hatiku menjerit, ingin rasanya berteriak agar ia mendengar dan yakin, bahwa aku ayahnya, tak kan pernah meninggalkannya dalam keadaan apapun. Saat itulah, aku mulai bisa sedikit merasakan, begitulah kira-kira perasaanmu dua puluh delapan tahun yang lalu, ketika engkau melakukannya untukku.

Tiba-tiba saja aku teringat kembali, beberapa peristiwa yang sangat berpengaruh dalam hidupku, sehubungan dengan ke-ibu-anmu, wahai bunda. Mungkin kau lupa bunda, karena betapa banyaknya yang telah kau lakukan untuk kami. Juga karena engkau melakukannya memang bukan untuk di-ingat-ingat. Bila kau ingat juga, itu pasti karena sejarahku yang melekat tak terpisahkan dengan perjalanan hidupmu.

Usiaku baru enam tahun. Itulah usia yang layak dikhitan sesuai kebiasaan dikampungku. Waktu itu, di rumah hanya kita berdua.. dan memang, hanya engkaulah, yang kubutuhkan. Aku mendesak membutuhkan rasa aman dan perlindungan yang tulus saat itu. Dan itu hanya bisa kudapatkan darimu.

Saat saudara-saudaraku yang lain berada disekolah,...alhamdulillah pikirku, kehadiran mereka tentu akan menambah rasa maluku. Justru saat hanya berdua denganmu bunda, aku bisa bebas bermanja tanpa resiko di ejek kakak-kakakku. Waktu itu, dengan penuh kelembutan dan kesabaran engkau menemaniku. Setiap kali aku mengeluhkan rasa nyeri sakitku, pandangannya mengatakan, betapa bahagianya, kalau aku bisa menggantikan deritanya itu. Berbagai cara kau lakukan agar aku tidak merasakan rasa sakitku.:
"Apa yang kau inginkan nak ? begitu tanyamu, sambil setengah memeluk tubuhku ditempat tidur. Kebiasaan dikampungku, setiap anak yang dikhitan hadiahnya adalah uang.
Aku tahu, kau tak pernah mempunyai cukup uang, karenanya aku minta seratus rupiah, sebagai rasa tidak tega, menolak tawaranmu yang tulus itu.

Ingatkah kau bunda, saat aku jatuh dari sepeda motor dan tulang belakangku retak. Aku tak boleh banyak bergerak, menahan rasa nyeri dengan posisi tetap. Sepanjang malam itu selalu saja kau terjaga dari tidurmu, mendengarkan isakan tangisku. Seperti merawatku dikala bayi. Penuh kasih sayang, tulus, tanpa mengeluh, sendirian tanpa ada yang menemani. Sementara bila aku terlelap tidur, engkau memandangiku penuh kebahagiaan dalam keletihanmu. Sering kali aku menangis setiap kali mengingatnya kembali...

Ketika kita sholat subuh bersama. Setelah selesai sholat, aku menangis karena harus menjauhi gadis yang aku cintai. Orang tuanya menolak maksud baikku. Hanya kaulah saat itu yang bisa menghibur dan memberi semangat hidup padaku. Aku ingat, sambil membelai punggungku kau besarkan hatiku dan meyakinkanku : "Percayalah nak, gadis itu akan jadi milikmu. Apa yang terbaik bagimu itulah yang komohonkan dalam doa-doaku.." (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Aesop
Foto Aesop
Aesop dikenal karena cerita-cerita fabel yang dianggap berasal dari dia. Berbagai macam kumpulan fabel dari Aesop masih diajarkan sebagai pendidikan moral dan digunakan sebagai subyek dari berbagai macam hiburan, khususnya dalam ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori RenunganBunda, Kau Memang Legenda
Bunda, ...ingin kuceritakan padamu beberapa peristiwa yang belum pernah kusampaikan padamu. Sejak ...
Artikel Kategori RenunganBugil
Pernah kucatat dalam kertas sejumlah ratusan halaman sebagai BUGIL. Tepatnya kumpulan ...
Artikel Kategori RenunganBila Ibu Boleh Memilih
Anakku... Bila ibu boleh memilih Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena ...
Artikel Kategori RenunganBesi dan Air
Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi ...
Artikel Kategori RenunganBersyukur
BERSYUKUR untuk Istri Yang memberiku makanan yang sama dengan malam kemarin. Karena ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
5
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -