Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Renungan > Bugil
 
 

Kategori Renungan

Bugil

Penulis: Anonim | Diposting: 12 Oktober 2011 | Komentar: 0 komentar

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Mau pasang iklan juga? klik disini
Pernah kucatat dalam kertas sejumlah ratusan halaman sebagai BUGIL. Tepatnya kumpulan catatan tentang perjalanan menjadi diri sendiri yang dialami oleh siapa pun, apa pun dan yang kualami sendiri. Kisah-catatan itu dijilid manual, tidak diperjualbelikan, karena terlalu riskan untuk ditampil-tonjolkan ke hadapan public, lantaran pandangan kita tentang BUGIL masih sebatas ‘Penis’ dan ‘Vagina’. Walaupun sejujurnya , tidak semua orang berpandangan demikian. Namun sebagian besar orang di negeri ini masih berpandangan tentang BUGIL sebagaimana yang saya cemaskan.

Ringkasnya, sebagai mana yang dikisahkan dalam BUGIL adalah proses perjalanan kehidupan manusia untuk semakin menjadi dirinya sendiri. Bahwa perjalanan menjadi diri sendiri adalah perjalanan menuju mengatakan dan berbuat sejauh ‘inilah aku’. ‘Inilah aku’ yang sejujurnya setelah melihat segala potensi-kelebihan juga kekurangan dan keterbatasan.

Bugil adalah sebuah perjalanan pulang menuju kepolosoan yang sesungguhnya, ketika setiap dari kita berkutat-seteru dengan waktu dan kesibukan, gambaran-gambaran tentang orang lain, pantulan-pantulan idoa, dan juga selimut kabut kesenangan-kesenangan untuk menjadi pribadi yang sadar vahwa sesungguhnya setiap dari kita diberikan Tuhan talenta.

Bugil yang serupa itu, sesungguhnya adalah roh dari waktu, jiwa dari sejarah. Waktu yang terus berproses, sejarah yang tampaknya seperti berulang adalah proses perjalanan panjang menuju hakikatnya yakni sebagai kehidupan yang sesungguhnya, apa adanya, sebagaimana yang dianugerah-ciptakan Tuhan. Bahwa kehidupan sesungguhnya adalah polos, telanjang dan atau BUGIL.

Serupa kafan putih, muasal kehidupan manusia, muasalah kehidupan alam semesta sesungguhnya adalah polos. Namun dalam prosesnya kehidupan bersentuhan dengan banyak ragam peristiwa, pengalaman. Pun berjumpa dengan beragam orang dan kepentingan. Dalam persentuhan dan perjumpaan itu, tanpa disadari kita disandera oleh orang lain dan atau apa pun. Dalam persentuhan dan perjumpaan itu kita ditarik oleh gambaran-gambaran umum tentang kesenangan-kesenangan yang akhirnya berubah menjadi kebutuhan-kebutuhan palsu.

Dalam dan melalui Bugil, sebagaimana yang kita pahami sebagai yang telanjang dan polos, kita diajak untuk kembali bertanya siapa sesngguhnya kita atau aku atau saya. ‘Who am I”. Sebuah ajakan yang tidak berdasarkan pada teori mana pun, tetapi berangkat dari pengalaman-pengalaman kehidupan yang memang tanpa disadari adalah contoh kongkret dari proses menuju BUGIL. Kita mengenal proses kembali kepada BUGIL itu sebagai REFLEKSI. Karena itu berefleksilah. (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Putu Wijaya
Foto Putu Wijaya
Beliau mempunyai nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori RenunganBugil
Pernah kucatat dalam kertas sejumlah ratusan halaman sebagai BUGIL. Tepatnya kumpulan ...
Artikel Kategori RenunganBila Ibu Boleh Memilih
Anakku... Bila ibu boleh memilih Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena ...
Artikel Kategori RenunganBesi dan Air
Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi ...
Artikel Kategori RenunganBersyukur
BERSYUKUR untuk Istri Yang memberiku makanan yang sama dengan malam kemarin. Karena ...
Artikel Kategori RenunganBerkasih Sayang Tanpa Ucapan
Suatu hari saya ditraktir makan mie oleh teman saya di kedai ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
5
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -