| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori PuisiSelamat Jalan SahabatPenulis: Anonim | Diposting: 28 September 2010 | Komentar: 0 komentarSaat ku tatap wajahmu tuk terakhir kalinya Terputar kembali dalam benakku Memori – memori indah kebersamaan kita Saat kita melangkah bersama Menapaki jalan dakwah Berjuang menegakkan syariat Islam Pahit getir menemani kita Namun kau tak pernah berhenti Cacian, hinaan dan makian Mengiringi di setiap langkah kita Tapi kau terus melangkah Dan menopangku saat ku mulai lelah Karena kau tahu surga telah menanti Kemarin….. ya kemarin….. Saat kita sedang mentadaburi Surat cinta dari illahi Mereka datang Menyeretmu dengan paksa Dan menghujanimu dengan timah panas Teriakan takbirmu masing terngiang ditelingaku Jelas sudah lebih indah dari biasanya Hmm….. kini, di tempat ini Aku hanya dapat menatap tubuhmu Yang terbujur kaku tak bergeming Dengan mata yang tertutup rapat Serta bibir yang tersenyum penuh kemenangan Kau telah bahagia, terlepas dari beban dunia Aku menangis pun tiada berguna Karena air mata takkan membawamu kembali Selamat jalan sahabat….. Do’akan aku agar dapat meneruskan perjuangan ini Do’akan aku agar kelak rindu ini dapat terbeli Jakarta, 14 Desember 2005 (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Emha Ainun Nadjib
![]() Lahir di Djombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953 adalah seorang tokoh intelektual yang mengusung nafas Islami di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||