| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori PuisiSebuah PenantianPenulis: Anonim | Diposting: 26 Juli 2008 | Komentar: 0 komentarTapi waktu hanya senyum tuk berlalu Aku juga pernah berharap pada mentari, Tapi cahyanya terus pergi tuk kembali Akupun pernah berdo pada batu, air dan api Tapi mereka hanya diam mengejekku Tuk sesaat kudiam, sesat dan terpojok Terjebak pada satu titik Bimbang, hampa, luluh, mati dalam kelam Kelam pekat rapuh Sayup terdengar memutar dikepalaku Bayu yang bertasbih, bertahmid dan bertakbir haru Penuh khidmat dalam aroma kekhusun Samar terlihat berkilau dimataku Secercah sinar hangat yang memeluk ragaku Mengajak tuk bangkit dan berwudhu Menyucikan bangkai yang membusuk di hatiku Mengangkat debu dan kotoran yang menggumpal di tubuhku Sepi hening damai yang kudamba Kutatap butiran air yang jatuh dari wajahku, Tangan dan kakiku bersih Kumenangis akhirnya! Kubersujud dalam dingin pagi, Menyebut asmaMu, mengagungkanMu, Ya Illahi Rabbi.. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Aesop
![]() Aesop dikenal karena cerita-cerita fabel yang dianggap berasal dari dia. Berbagai macam kumpulan fabel dari Aesop masih diajarkan sebagai pendidikan moral dan digunakan sebagai subyek dari berbagai macam hiburan, khususnya dalam ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||