| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori PuisiPuing GulitaPenulis: Anonim | Diposting: 20 April 2011 | Komentar: 0 komentarDimana nadir sudah lewat bahkan lelah Ntah hitung nafas tak ubahnya Namun smua harus dilalui adanya Camping tetap harus berpeluh berganti jubah Luka tetap harus berperih untuk sembuh dan berubah Tak sedikitpun bergeser alasan ataupun arah Hanya bolehkah ini hati ucap letih? Walau tak zamannya lagi tertatih Karena itu hanya menistai perubahan dengan kelambanan Dan mengubur kian dalam kasih yg tak berkesudahan Bila boleh meminta dalam Puing Gulita Izinkan kenalkan duduk nyaman golgota jiwa Karena ujung adalah ubah agar cerah Bukan cuap-cuap kata tanpa arah Selebihnya Kamu tahu wahai Yang Maha Tahu Aku tulus apapun ada mereka Aku telanjang atas kirmizi ini laku Akupun tak sembunyi atas rasa pada utusanmu Ilahi Kau yang punya kau yang beri Hanya usaha dan terus menempa diri Untuk lebih baik kata ucap Semoga benar baik laku tak sekedar ngecap. Karena ingin mereka lihat cercah hari senja, Karena ingin kuhabiskan hidup bersamanya (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Emha Ainun Nadjib
![]() Lahir di Djombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953 adalah seorang tokoh intelektual yang mengusung nafas Islami di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||