| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori PuisiMenata HatiPenulis: Emha Ainun Nadjib | Diposting: 8 Agustus 2011 | Komentar: 0 komentarKepada engkau yang menangis dalam batin karena dikalahkan disingkirkan diusir ditinggalkan, atau sangat sangat susah ketemu yang namanya keadilan; Aku ingin bertamu ke lubuk hatimu saudara-saudaraku untuk mengajakmu istirah sejenak, mengendapkan hati dan bernyanyi, mengendapkan hati dan bernyanyi; Saudara-saudaraku sesama orang kecil di pinggir jalan, sedulur-sedulurku di dusun-dusun, kampung-kampung perkotaan, karib-karibku di gang-gang kotor, di gubuk-gubuk tepi sungai yang darurat, atau mungkin saudara-saudaraku di rumah-rumah besar dikantor mewah namun memendam kepedihan diam-diam; Aku ajak engkau semua sahabat-sahabat saudaraku untuk menarik nafas sejenak, duduk bersandar atau membaringkan badan, Kuajak engkau menjernihkan pikiran, untuk menata hati menemukan kesalahan-kesalahan kita semua untuk tidak kita ulangi lagi, atau meneguhkan kebenaran-kebenaran untuk kita perjuangkan kembali. Ayolah saudara-saudaraku, rileks! puisi kontemplasi Emha Ainun Nadjib (pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Emha Ainun Nadjib
![]() Lahir di Djombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953 adalah seorang tokoh intelektual yang mengusung nafas Islami di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||