| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori PuisiHanya Sebuah TulisanPenulis: Frieska Ayu Pamela | Diposting: 31 Juli 2008 | Komentar: 0 komentarbergerak, meski tidak harus selalu berontak. Berontak meski tidak harus selalu berteriak. Berteriak meski tidak harus bersuara. Bersuara meski tidak harus selalu didengar.... sadarkah bahwa kebebasan justru hal yang menakutkan, tapi ketakutan itulah yang ingin aku rasakan... kebebasan mutlak sebagai manusia, kebebasan untuk memilih jalan untuk menjalankan kewajiban...karena tugas manusia adalah menjadi manusia.... ketika aku harus melangkahi api demi kebebasan, aku tidak takut. Ketika aku harus menggadaikan nyawa demi kemerdekaan, aku tidak gentar tapi ketika aku harus melewati tatapan ibu demi kewajibanku, aku tidak mampu... aku terikat dalam kasih sayang yang tidak bisa kubantah, aku terbelenggu oleh perlindungan yang tidak bisa kulepas. Aku terikat kontrak hidup dan mati dengan mereka....hingga aku tidak tahu darimana harus memulai, sampai mana harus keluar.... Aku mencintai mereka itulah yang merantai kedua kakiku, dan menjadikan aku putri dalam kurungan ayam! Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Putu Wijaya
![]() Beliau mempunyai nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||