| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori PuisiEpisodePenulis: Arereef | Diposting: 13 Juli 2008 | Komentar: 0 komentarSebuah permulaan aku mulai merasa berdiri Menyentuh imagi dengan debu dan angin.. Nan aku ingat aku tersudut dalam bejana kedewasaan, Mencoba tafsirkan makna hitam jua biru Mengeja satu persatu gagal dan mengecap puncak Penjelmaan sebagai sosok lelaki... Hingga... Pada sejumput waktu aku temukan diriku itu luka Tercabik nistha Terkoyak ambisi Dan terpasung nafsu Aku jua sakau menikmati indahnya terjerembab dosa Pada sejumput waktu jua aku pasrah? menyerahkan semua yang aku punya Sosok lelakiku yang hanya bersimpuh menyanyikan ketidak berdayaan Mengadukan satu jiwa yang telah tergerogoti hina Lalu tanya memenuhi hampir seluruh nalar Pengap dan penat.. Nama TUHAN..kian teracuhkan Menyeruak dan tenggelam Namun kasih dan kuasa Nya tak dapat aku sangsi Oh?Ya ALLAH... Apakah aku mampu menggapai sebuah luhur budi seorang lelaki Agung Bernama Muhammad Ketika seluruh jiwa dan raga yang aku punya itu luka... Apakah, hanya dengan melantunkan doa itu lah yang aku sanggup menebus salah dan limit manusiawiku. augustus 2005 (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Putu Wijaya
![]() Beliau mempunyai nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||