| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori MotivasiTetaplah TersenyumPenulis: Anonim | Diposting: 14 April 2011 | Komentar: 0 komentarDunia ini gudang permasalahan. Segala permasalahan itu menjadi cobaan bagi manusia. Oleh karena itu, kita harus kuat menghadapi cobaan. Kita harus mampu menghadapinya (dan pasti kita mampu, tuhan telah menjanjikannya). Lalu, apakah segala cobaan itu harus dihadapi dengan muka masam? Oh tidak! Permasalahan itu harus dihadapi. Muka masam hanya akan memperkeruh suasana. Muka masam hanya akan menghadiahkan permasalahan baru, muka masam hanya akan menjauhkan diri dari solusi-solusi yang seharusnya kita dapatkan. Muka masam tidak dapat memberikan solusi yang baik. Malahan muka masam hanya akan menambah kesedihan di dalam hati. Jadi, ituhal pentingnya senyum. Muka masam hanya memberikan masalah, tetapi senyum dapat memberikan solusi. Senyum bisa menyejukkan hari yang mendung, muka senyum membangkitkan kekuatan di dalam jiwa. Senyuman memberikan ide-ide segar dan memberikan pemikiran ampuh dalam memecahkan masalah. Muka masam haya akan memperlihatkan masa lalu yang kelam, tetapi senyumam menampilkan masa depan yang gemilang. Tersenyumlah, walaupun berjuta masalah ada di hadapanmu. Tetaplah tersenyum!. Tidak peduli apa kata orang, karena senyum adalah lambang optimisme. Tidak salah Mbah Surip disenangi oleh orang banyak, karena senyumannya yang ramah seakan tak ada masalah. I love you full! (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Putu Wijaya
![]() Beliau mempunyai nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||