Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Fabel > Persahabatan Ayam dan Elang
 
 

Kategori Fabel

Persahabatan Ayam dan Elang

Penulis: Anonim | Diposting: 20 Januari 2011 | Komentar: 0 komentar

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Mau pasang iklan juga? klik disini
Pada zaman dahulu ada dua sahabat, yaitu seekor burung elang dan seekor ayam jantan keduanya berkawan baik, hidup rukun, tolong menolong. Setiap harinya keduanya mencari makanan bersama – sama.
Pada suatu hari ketika kedua sahabat itu sedang mencari makan, tiba – tiba seekor serigala datang menyerang keduanya. Burung elang pun melompat terbang dan ayam jantan segera berlari menyelamatkan diri, tetapi, serigala dengan cepatnya terus mengejar ayam jantan yang berlari ketakutan.
Seketika itu juga burung elang membantu sahabatnya. Dengan kekuatan tenaganya ia menerkam dan melukai badan serigala. Ayam jantan dapat melepaskan diri dan bersembunyi di celah – celah batu. Serigala meraung kesakitan, berhenti mengejar ayam jantan, kemudian terus terbalik melarikan diri.

Elang : “Keluarlah sahabatku, penjahat itu sudah pergi.”
Ayam jantan : “Terima kasih elang, engkau telah menyelamatkanku .”
Elang : “Kenapa sahabatku, tampaknya engkau sedih sekali, engkau sakit ?”
Ayam jantan : “Tidak, aku tidak sehat. Aku mau bertanya padamu sahabat.”
Elang : “Apa kawan, tanyalah.”
Ayam jantan : “Kenapa engkau dapat terbang tinggi, aku elompat pun tidak dapat. Bukankah kita sama – sama burung ?”
Elang : “Dulu aku juga tidak dapat terbang. Setelah aku menjahit kedua sayapku dengan jarum emas ini, aku menjadi ringan dan dapat terbang.”
Ayam jantan : “Kalau begitu bolehkah aku meminjam jarum emas itu ?”
Elang : “Boleh, kau harus ingat yang kau jahit kedua sayapmu supaya jadi ringan. Kau harus berjanji tidak akan meminjamkan jarum itu kepada siapapun, dan jangan sampai hilang.”
Ayam jantan : “Sahabatku, engkau tak usah bimbang. Aku akan berhati – hati dan akan segera mangembalikannya kepadamu.”

Burung elangpun menyerahkan jarum emas itu kepada ayam jantan. Ayam jantan menerimanya dengan gembira. Ayam jantanpun menjahit keduanya sayapnya. Tetapi ia tidak sabar, belum selesai menjahit, ayam itu terus mengepakkan sayapnya dan melompat ke atas pagar.
“koo, koo, aak, koo, aak, aku dapat terbang.” Ayam jantan itu rupanya diperhatikan oleh ayam betina yang kebetulan lewat disitu.

Ayam betina : “Bagaimanakah engkau bisa terbang ?”
Ayam jantan : “Aku menjahit sayapku dengan jarum emas ini.”
Ayam betina : “Boleh aku pinjam ?”
Ayam jantan : “Pakailah dan setelah itu lompatlah disisiku.”

Ayam betina cepat – cepat menjahit sayapnya dan berkotek sombong.

Ayam jantan : “Dimana jarum emas itu ?”
Ayam betina : “Tadi aku letakkan ditanah.”
Ayam jantan : “Aku khawatir jarum itu hilang.” Jarum itu kepunyaan sahabatku, si elang. Kita mesti mencari sampai dapat.” Dan ayam jantan merasa kecewa dan bersedih hati karena merasa bersalah meminjamkan jarum emas itu.
Elang : “Wah pagi – pagi sudah mencakar – cakar tanah.” Bagaiman sekarang, engkau sudah dapat terbang “
Ayam jantan : “Aku hanya dapat melompat setinggi pagar dan aku minta maaf padamu.”
Elang : “Kenapa pula kau mesti minta maaf ?”
Ayam jantan : “Jarum emasmu telah hilang.”
Elang : “Engkau tidak menurut kata saya. Engkau telah ingkar janji.” Aku tidak mau bersahabat denganmu lagi.”
Ayam betina : ( Ia pun bertelur dan menetas enam ekor anak ).
Ayam jantan : “Kau harus menjaga anak – anakmu agar jangan dibiarkan berjalan sendiri – sendiri.”
Ayam betina : “Hai ayam jantan, aku melihat elang terbang rendah.”
Ayam jantan : “Mungkin ia akan menyambar anakmu karena kau telah menghilangkan jarum emas miliknya.”

Elangpun menyambar seekor anak ayam.

Ayam betina : “Jangan ambil anakku.”
Ayam jantan : “Sebaiknya kita mencari jarum emas itu.”
Ayam betina : “Baiklah.”
Ayam jantan : “Aku menemukan jarum emas ini di atas tanah di bawah pagar tempat kita menjahit.”
Ayam betina : “Sebaiknya kita kembalikan kepada elang.”
Elang : “Apakah kalian sudah menemukan jarum emas itu ?”
Ayam jantan : “Sudah, tapi kami berharap kau tidak akan menyambar anak ayam milik betina lagi.”
Elang : “Baiklah.”

Akhirnya ayam jantan dan betina dapat bersahabatan kembali dengan elang. (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Andrie Wongso
Foto Andrie Wongso
Andrie Wongso sering disebut sebagai The Best Motivator atau Motivator No.1 Indonesia. Selain menjadi seorang motivator handal, Andrie Wongso juga dikenal sebagai pengusaha yang cukup sukses. Kemauannya untuk berbagi semangat, pengalaman, ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori FabelPersahabatan Ayam dan Elang
Pada zaman dahulu ada dua sahabat, yaitu seekor burung elang dan ...
Artikel Kategori FabelPerangkap Tikus
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka ...
Artikel Kategori FabelKisah Serigala di Negeri Kambing
Alkisah, di sebuah negeri kambing di hutan Nusantara, pemilihan kepala daerah ...
Artikel Kategori FabelKisah Sekelompok Katak
Alkisah, sekelompok katak sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, ada dua di ...
Artikel Kategori RenunganBerikan Ketulusan, Bukan Kesempurnaan
Beberapa buruh menemui sang majikan. Mereka mengeluhkan ongkos angkutan yang semakin ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
6
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -