Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Fabel > Kera Tua
 
 

Kategori Fabel

Kera Tua

Penulis: Anonim | Diposting: 3 Mei 2011 | Komentar: 0 komentar

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Mau pasang iklan juga? klik disini
Di sebuah hutan hiduplah seekor kera tua yang memiliki kebiasaan baik, yaitu selalu mencuci makanannya dahulu sebelum dimakan. Pada suatu hari ia memanen buah apelnya di tengah hutan, ia memilih apel yang masak-masak saja. Setelah keranjangnya penuh. Pergilah ia ke tepi sungai untuk di cuci. Lalu ditaruhnya buah-buah apel itu di atas batu besar. Kemudian satu-persatu dicucinya. Apel yang sudah dibersihkan lalu dimasukkan satu persatu ke dalam keranjang. Karena matanya ia sering salah ambil, bukan buah apel yang ia ambil melainkan batu-batu yang berserakan disekitar apel-apel tersebut.
Kera tua itu mempunya dua cucu yang sangat ia sayangi biasanya setelah mencuci buah apel ia segera pulang menemui cucu-cucunya.
Namun kali ini cucu-cucunya yang menyusul kakeknya ke hutan. Mereka melihat kakeknya mencuci apel di tepi sungai.

Cucu pertama : “Wah kita godain kakek yuk !”
Cucu kedua : “Ayo, tapi bagaimana caranya ?”
Cucu pertama : “Coba kamu lihat ! di dalam keranjang itu buah apel dan batu menjadi satu bercampur menjadi satu. Nah, buah apelnya saja yang kita ambil, kita ambil secara diam-diam.” Jawabnya yang punya gagasan.
Cucu kedua : “Wah, kakek pasti tahu karena kakek bisa mancium bau badan kita.”
Cucu pertama : “Begini caranya, kamu ambil kayu panjang kemudian dari atas pohon kita tancapkan kayu tersebut pada buah apel itu. Lalu, pelan-pelan kita tarik ke atas.”
Cucu kedua : “Ok, mari kita lakukan !”

Dari atas pohon yang tinggi kera-kera kecil itu mulai mengambil buah apel kakek dengan menggunakan kayu yang panjang si kakek tidak sadar bahwa buah apel yang sudah dicucinya telah raib dari keranjangnya. Setelah merasa sudah mencuci semua apelnya, si kakek lalu mengangkut keranjangnya untuk dibawa naik ke atas pohon. Di atas pohon kakek bertemu dengan cucu-cucunya.

Kakek : “Ternyata kalian sudah disini, baiklah! Ini kakek bawakan apel, ayo kita makan bersama !” ajak kakek.

Batu yang dikiranya buah apel itu kemudian di bagi-bagikan kepada kedua cucunya ketika kakek hendak memakan batu yang di pegangnya. Cucunya yang pertama berkata.

Cucu pertama : “Kek, buah apel itu sudah terlalu tua jangan dimakan ! maka yang ini saja !”

Kakek pun menuruti permintaan cucunya, ia menukar batu itu dengan apel segar pemberian cucunya.

Kakek : “Ah, kamu ternyata cucu yang pandai bisa mencari apel yang segar untuk kakek.” Kata si kakek memuji cucunya. (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Emha Ainun Nadjib
Foto Emha Ainun Nadjib
Lahir di Djombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953 adalah seorang tokoh intelektual yang mengusung nafas Islami di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori FabelKera Tua
Di sebuah hutan hiduplah seekor kera tua yang memiliki kebiasaan baik, ...
Artikel Kategori FabelKera Jadi Raja
Sang Raja hutan "Singa" ditembak pemburu, penghuni hutan rimba jadi gelisah. ...
Artikel Kategori FabelKelinci Si Penakut
Kelinci memang dari dulu terkenal sebagai hewan yang bernyali kecil, sering ...
Artikel Kategori FabelKelapa dan Terung
Disuatu kebun, berdirilah beribu ribu pohon yang sangat besar besar dan ...
Artikel Kategori FabelKancil dan Siput Lomba Lari
Suatu hari kancil bertemu dengan siput dipinggir kali. Melihat siput merangkak ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
7
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -