| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori FabelKera TuaPenulis: Anonim | Diposting: 3 Mei 2011 | Komentar: 0 komentarKera tua itu mempunya dua cucu yang sangat ia sayangi biasanya setelah mencuci buah apel ia segera pulang menemui cucu-cucunya. Namun kali ini cucu-cucunya yang menyusul kakeknya ke hutan. Mereka melihat kakeknya mencuci apel di tepi sungai. Cucu pertama : “Wah kita godain kakek yuk !” Cucu kedua : “Ayo, tapi bagaimana caranya ?” Cucu pertama : “Coba kamu lihat ! di dalam keranjang itu buah apel dan batu menjadi satu bercampur menjadi satu. Nah, buah apelnya saja yang kita ambil, kita ambil secara diam-diam.” Jawabnya yang punya gagasan. Cucu kedua : “Wah, kakek pasti tahu karena kakek bisa mancium bau badan kita.” Cucu pertama : “Begini caranya, kamu ambil kayu panjang kemudian dari atas pohon kita tancapkan kayu tersebut pada buah apel itu. Lalu, pelan-pelan kita tarik ke atas.” Cucu kedua : “Ok, mari kita lakukan !” Dari atas pohon yang tinggi kera-kera kecil itu mulai mengambil buah apel kakek dengan menggunakan kayu yang panjang si kakek tidak sadar bahwa buah apel yang sudah dicucinya telah raib dari keranjangnya. Setelah merasa sudah mencuci semua apelnya, si kakek lalu mengangkut keranjangnya untuk dibawa naik ke atas pohon. Di atas pohon kakek bertemu dengan cucu-cucunya. Kakek : “Ternyata kalian sudah disini, baiklah! Ini kakek bawakan apel, ayo kita makan bersama !” ajak kakek. Batu yang dikiranya buah apel itu kemudian di bagi-bagikan kepada kedua cucunya ketika kakek hendak memakan batu yang di pegangnya. Cucunya yang pertama berkata. Cucu pertama : “Kek, buah apel itu sudah terlalu tua jangan dimakan ! maka yang ini saja !” Kakek pun menuruti permintaan cucunya, ia menukar batu itu dengan apel segar pemberian cucunya. Kakek : “Ah, kamu ternyata cucu yang pandai bisa mencari apel yang segar untuk kakek.” Kata si kakek memuji cucunya. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Emha Ainun Nadjib
![]() Lahir di Djombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953 adalah seorang tokoh intelektual yang mengusung nafas Islami di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||