Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Fabel > Anjing dan Rusa
 
 

Kategori Fabel

Anjing dan Rusa

Penulis: Anonim | Diposting: 10 Nopember 2008 | Komentar: 0 komentar

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Mau pasang iklan juga? klik disini
Konon kata yang empunya cerita, dahulu kala binatang rusa tak mempunyai tanduk. Justru anjinglah yang mempunyai tanduk panjang dan bercabang-cabang. Bermula dari cerita inilah kemudian rusa mempunyai tanduk panjang.

Pada suatu ketika, musim panas berkepanjangan tiba, hampir semua sungai kering tak berair. Semua hewan kehausan dan kelaparan karena rumput dan tanaman tidak tumbuh lagi.

Hal ini juga dialami oleh sepasang rusa yang pergi mencari air dengan menyusuri bukit, lereng-lereng gunung, sehingga akhirnya mereka menemukan sebuah sungai yang masih ada airnya. Banyak pula hewan-hewan lain yang telah berada di situ.
“Sudah lama sekali kita mengembara ke sana ke mari, baru sekarang kita menemukan air di sini. Lihat, sudah banyak binatang lain yang berkumpul.”, kata rusa jantan kepada istrinya.
Rusa betina memalingkan wajahnya ke segala penjuru.
“Memang tempat ini sudah ramai dikunjungi oleh binatang lainnya”, kata rusa betina.
Sepasang rusa itu kemudian turun ke sungai. Tiba-tiba rusa betina menggamit punggung suaminya seraya berkata, “Coba lihat ke sana! Siapa gerangan yang sedang kemari. Sungguh tampan ia, tanduknya sangat indah dan menarik. Wah, sungguh gagah sekali tampaknya.”
si rusa jantan menoleh, memperhatikan pendatang baru yang sedang menuruni bukit menuju sungai.
“Yang kemari itu adalah anjing. Dia sahabatku namun sudah lama kami tak jumpa,” kata rusa jantan.
Ketika si anjing telah tiba di pinggir sungai, ia melihat rusa dan istrinya.
“Hai, Rusa! Mengapa engkau juga berada di sini?” tegur si anjing kepada sahabatnya.
“Ya, tak usah heran. Bukankah sekarang ini air sangat sulit diperoleh, makanan pun tak ada. Airlah yang membuat kita begini, pergi berkeliaran ke sana ke mari hingga ketemu di tempat ini”, kata rusa jantan.
Kemudian mereka turun ke sungai untuk minum melepas dahaga. Setelah minum, mereka berpencar kembali.
“Mana si anjing itu tadi?” Tanya rusa betina kepada suaminya.
“Oh, itu di sana! Di bawah pohon sedang beristirahat. Mungkin ia masih kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh”, sahut rusa jantan.
“Kalau begitu, marilah kita juga beristirahat di sana bersama dengan dia”, ajak si rusa betina.
“Ah, kamu ini!"
“Hei!”, tegur si Rusa jantan
"Kenapa kau selalu memandangi si Anjing? Sedang aku tak lagi kau perhatikan?” tanya rusa jantan dengan jengkel.
“Tentu saja. Aku sangat mengagumi tanduk si Anjing itu, sungguh tak terkatakan indahnya. Oh,…. Sungguh bagus sekali”, jawab rusa betina dengan memuji-muji tanduk si anjing.
“Apakah ia lebih gagah dariku?” tanya si rusa jantan pada istrinya.
“Yah, tentu saja tidak. Tetapi yang jelas tanduknya sangat bagus. Sekiranya engkau bertanduk seperti dia, pasti kau akan jauh lebih gagah daripada si Anjing” jawab rusa betina
Rusa jantan terdiam sejenak. Ia berusaha mencari akal.
“Lebih baik begini,” katanya sesaat kemudian. Kalau kau mau lihat aku bertanduk, nanti aku akan meminjam tanduk si Anjing. Aku akan kesana dulu untuk menyiasatinya.”

Rusa jantan itu nampaknya termakan oleh rayuan istrinya. Ia segera menemui si anjing.
“Hei saudara Anjing. Istriku ingin sekali melihat kita berlomba lari,” kata Rusa jantan berbohong.
Si Anjing yang tak ingin mengecewakan sahabatnya menyetujui usul itu. Mereka kemudian pergi ke tepi padang rumput untuk berlomba.
“Apabila saya sudah berdiri dan mengangkat kakiku, maka mulailah kalian berdua lari”, rusa betina memberi aba-aba.
Rusa jantan dan anjing itu kemudian berlomba lari, dan ternyata anjing dapat dikalahkan oleh si Rusa. Si Anjing menjadi kecewa karena kekalahannya itu. Sang Rusa jantan pun segera menghibur sambil menyiasatinya.
“Begini saudara Anjing. Engkau tadi dapat kukalahkan karena engkau memakai tanduk sehingga larimu lambat. Nah, supaya adil bagaimana kalau aku sekarang yang memakai tanduk itu. Kemudian kita berlomba lari lagi.”
Sang Anjing segera menyetujui lagi usul sahabatnya tanpa curiga. Ia segera melepaskan tanduknya dan memberikannya kepada si rusa jantan. Kemudian rusa jantan memakai tanduk si anjing yang besar dan bercabang-cabang indah itu.

Segera mereka berlomba lagi. Ketika rusa jantan melihat si Anjing berlari sekencang-kencangnya di depan, ia pun berlari tetapi membelok ke arah lain menjauh dari si Anjing. Sedangkan si Anjing terus berlari dan berlari. Karena merasa akan menang, ia menoleh ke belakang. Alangkah terkejutnya ketika dilihat si rusa tak ada di belakangnya.

Sadar merasa ditipu, si anjing berlari kembali memburu si rusa dengan marah. Akan tetapi, karena si rusa lebih gesit dan lincah, si anjing tak mampu menyusulnya. Dan akhirnya, tanduk si anjing dibawa lari oleh si rusa.
Itulah sebabnya hingga sekarang, bila anjing melihat rusa pasti segera mengejarnya, karena ingin mengambil kembali tanduknya yang dipinjam si rusa. Hingga saat ini binatang rusa jantan memiliki tanduk yang indah dan kokoh, membuat si rusa tampak lebih gagah.

Demikianlah dogeng yang berbentuk fabel dari Sulawesi Selatan ini. Hikmah yang dapat kita petik dari cerita ini janganlah mudah percaya dengan kata-kata dari mulut yang manis, sehingga kita akan cepat terbujuk untuk melakukan perbuatan yang akhirnya akan merugikan diri sendiri atau orang lain.(www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Kak Rico
Foto Kak Rico
Keinginan untuk menjadi Pendongeng sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh pria kelahiran Jakarta berdarah Padang, Ambon, dan Manado ini. Kak Rico lebih senang berkecimpung dalam dunia Teater, Musik, dan ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori FabelAnjing dan Rusa
Konon kata yang empunya cerita, dahulu kala binatang rusa tak mempunyai ...
Artikel Kategori FabelAnak Kerang
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan ...
Artikel Kategori FabelAnak Katak Hijau yang Nakal
Dahulu kala di sebuah kolam yan luas tinggalah seekor anak katak ...
Artikel Kategori FabelAir Susu Dibalas Air Tuba
Siapa yang tidak tahu sifat serigala? Licik, serakah, egois, tak tahu ...
Artikel Kategori Fabel Kelapa dan Terung
Disuatu kebun, berdirilah beribu ribu pohon yang sangat besar besar dan ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
7
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -