Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Dongeng > Alam dan Rumput
 
 

Kategori Dongeng

Alam dan Rumput

Penulis: Anonim | Diposting: 13 Juli 2008 | Komentar: 0 komentar

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Mau pasang iklan juga? klik disini
Dikisahkan bahwa Alam merasa tidak begitu puas melihat pribadi si Rumput. Alam melihat beberapa bawahannya seperti Laut, mampu mengeluarkan suara-suara riak air dan gelombang. Gunung mampu menghadirkan pemandangan yang indah dan udara yang sejuk.
Lalu Hutan mampu menumbuhkan beraneka macam pohon dan tanaman buah-buahan yang besar dan ranum. Hanya Rumput saja yang tumbuh memakan tempat yang luas, namun tidak ada sedikitpun kegunaan yang bisa ditunjukannya. Oleh sebab itu, Alam bermaksud untuk memusnahkan si Rumput.

Pertama-tama Alam mengutus seorang pemusnah yang bernama Angin untuk melakukan tugasnya. Saat datangnya musim gugur, Angin mulai berhembus untuk merontokkan semua benda, terutama daun-daunan. Melihat angin bertiup semakin kencang, Rumput pun mulai gelisah. Lalu mereka menyatukan semua kekuatan diakarnya supaya tetap menancap kuat didalam tanah. Angin musim gugur semakin kencang bertiup hingga merontokkan semua daun-daunan, namun Rumput-rumput yang walaupun ikut bertiup kesana kemari tetap tidak bisa tercabut dari dalam tanah.

Penasaran dibuatnya, Angin mulai murka dan ingin secepatnya mencabut si Rumput sampai ke akar-akarnya. Akan tetapi, walaupun seluruh tenaga yang dikerahkan, sampai semua pepohonan besar dan rumah-rumah rata dengan tanah, Rumput yang kecil tetap tak terlepas dari tempatnya. Mau tak mau, akhirnya angin harus kembali dengan membawa kelelahan dan kegagalan.

Berikutnya alam mengutus tim prajurit pemusnah kedua yaitu jenderal Shuang beserta pasukan embunnya. Penyerangan besar-besaran di mulai lagi dengan diawali gemuruh suara yang menakutkan. Semua binatang di daerah sekitarnya lari menyembunyikan diri di sarang masing-masing. Di pagi buta itu, Matahari belum terbit, saat itu juga tentara jenderal Shuang terjun dari langit hingga mengenai tubuh si Rumput.

Semua Rumput menyatukan tubuhnya sampai mengeluarkan hawa panas dan Shuang yang jatuh ketubuhnya berubah menjadi air embun. Tetapi lama-kelaman, tenaga yang dikeluarkan Rumput telah banyak dan akhirnya ia juga tak kuat lagi bertahan. Tubuhnya sangat lemah dan menguning. Akan tetapi, meskipun tenaganya telah habis, Rumput masih berusaha untuk tidak akan melepaskan cengkramannya di dalam tanah. Dan untuk kesekian kalinya Rumput berhasil memaksa jenderal Shuang beserta pasukannya mundur.

Alam bertambah marah, terakhir diutuslah tim pembunuh nomor wahid yang paling ditakuti semua makhluk yaitu "Salju" untuk memusnahkan Rumput . Yang mendapat berita ini pertama kali adalah Burung beserta sejumlah besar teman2nya, mereka memutuskan untuk menghindari penyerangan ini, terbang migrasi ke arah selatan.

Ikan-ikan pun membuat pembatas kaca di permukaan laut, lalu semuanya berenang terus ke lautan yang lebih dalam. Lalu salah seekor binatang berkaki empat berlari ke seluruh penjuru menyebarkan berita ini. Dan semua jenis binatang kemudian menutupi sarangnya, hanya menyisakan satu lubang kecil untuk keluar masuknya udara. Sementara pepohonan di hutan juga memutuskan untuk sementara waktu menyembunyikan daun-daunnya yang hijau dan segar, dan hanya menyisakan dahan pohon tanpa daun.

Tiba pada suatu malam yang sunyi dan dingin, diawali oleh desiran angin lalu ribuan kepingan salju berjatuhan dari langit langsung menimpa rumput yang tak memiliki tempat berteduh. Dibawah jatuhan kepingan salju yang dingin menggigit, Rumput masih tetap berusaha menyatukan tenaga dengan napas yang semakin lemah. Dan akhirnya dia bahkan tak mampu lagi mengangkat kepalanya hingga rumput-rumput membeku. Yang terlihat sekarang tinggallah salju putih yang menutupi rumput.

Rumput telah musnah, binatang-binatang di sekitarnya turut sedih melihat akibat peperangan yang menyedihkan itu. Dilain pihak, Alam merasa puas dan gembira menyambut kemenangan perang. Diatas daratan, hanya terlihat pohon cemara yang tetap berdiri kokoh ditengah salju dengan daunnya yang hijau memberikan penghormatan terakhir kepada Rumput. Bunga melati pun mempersembahkan karangan bunga putih kepadanya sebagai tanda turut bersedih.

Tidak lama setelah kejadian itu, Matahari perlahan-lahan terbit memancarkan sinarnya yang perkasa ke seluruh penjuru. Salju jadi terkejut, melihat tubuhnya perlahan-lahan meleleh menjadi air. Semua ini pertanda musim semi telah tiba. Rumput rupanya tidak mati, walaupun tubuhnya telah layu, namun akarnya masih tetap hidup di bawah tanah. Tibanya musim semi, mereka menumbuhkan kembali tunas-tunas baru dan menghijaukan seluruh bukit. Mereka bergembira menari-nari seperti gelombang ombak di daratan. Walaupun tubuh mereka kecil, tetapi mereka adalah sekelompok pahlawan yang pantang menyerah. (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Aesop
Foto Aesop
Aesop dikenal karena cerita-cerita fabel yang dianggap berasal dari dia. Berbagai macam kumpulan fabel dari Aesop masih diajarkan sebagai pendidikan moral dan digunakan sebagai subyek dari berbagai macam hiburan, khususnya dalam ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori DongengAlam dan Rumput
Dikisahkan bahwa Alam merasa tidak begitu puas melihat pribadi si Rumput. ...
Artikel Kategori DongengAladin dan Lampu Ajaib
Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya ...
Artikel Kategori CintaSetelah 30 Tahun
Bagi yang tidak percaya dengan keabadian cinta, sebaiknya mendengar cerita ini. ...
Artikel Kategori CintaSeseorang yang Mencintaimu
Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu Dia hanya ...
Artikel Kategori CintaSeratus Hari Yang Berharga
Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
6
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -