| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori CintaRimbunnya Daun CintaPenulis: Anonim | Diposting: 28 Desember 2011 | Komentar: 2 komentarBenarkah cinta itu suci, tapi mengapa cintaku tak bisa mantap tertancap kepada dia SAJA. Kenapa cintaku harus bercabang seperti ranting-ranting daun dan kenapa cabang-cabang ini tidak membawa kerimbunan yang memberikan keteduhan, melainkan cabang dari cinta-cintaku ini malah menggugurkan satu, dua, tiga, dan selebihnya kasih sayang. Cintaku sebenarnya bukanlah terbagi untukmu dan untuknya, cintaku akan sama walau ada dia, dan tetap ada walau ada dia lagi yang lebih dari dua karena ruang cintaku lebih dari satu. Salah satunya telah ditempati kamu dan masih ada ruang lainnya yang siap menerima hati wanita-wanita lainnya. Ruang hatiku hanyalah untuk wanita yang cantik berkilauan, dan kita bisa bersuka ria di dalam singgasana cinta laksana raja dengan permaisuri beserta selir-selirku. Jika aturanmu hanya boleh satu wanita untukku maka Tuhan, kumohon berikanlah aku wanita yang tercantik, walaupun hanya satu maka cukupkanlah dia bagiku untuk mengisi seluruh rongga hatiku. Tapi memang tak ada wanita yang sempurna, dan engkau adalah maha adil hingga membolehkan diriku miliki wanita hingga empat, maka Tuhan kumohon Tuhan, biarkan wanita-wanita yang berkilauan itu datang ke duniaku untuk menyempurnakan gelora cintaku. Cinta sejati memang ada dan dia tak hanya tumbuh di satu rongga hatiku saja Kirim artikel Cetak artikelKomentarDikirim oleh: Djawa pada 29 Desember 2011 ikut terhanyut aku membacanya hehe., Dikirim oleh: frieska pada 2 Januari 2012 sepertinya saya tahu siapa yang menulis ini Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Aesop
![]() Aesop dikenal karena cerita-cerita fabel yang dianggap berasal dari dia. Berbagai macam kumpulan fabel dari Aesop masih diajarkan sebagai pendidikan moral dan digunakan sebagai subyek dari berbagai macam hiburan, khususnya dalam ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||