| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori CintaCinta yang Meruntuhkan Tembok CinaPenulis: Anonim | Diposting: 21 Februari 2011 | Komentar: 0 komentarRupanya kecantikan ibu suri pun mengalahkan kecantikan wanita seluruh negeri Cina, sehingga Kaisar Hsi pun tertarik untuk menikahi ibu suri, ibu kandungnya sendiri, namun niat kaisar yang telah mabuk kepayang oleh kecantikan ibundanya ditentang dengan keras oleh ibu suri, namun kaisar tidak pernah menyerah dan terus memaksa ibu suri supaya mau menikah dengannya. Akhirnya, ibu suri mencari akal untuk mengakhiri niat sang kaisar. Ibu suri menyanggupi keinginan kaisar Hsi dengan satu syarat, yakni : Kaisar harus menutup seluruh negeri Cina dari cahaya matahari pada hari pernikahan mereka. Karena besarnya keinginan untuk menikahi ibu suri, kaisar segera menyanggupi syarat yang diajukan ibu suri, maka dimulailah pembangunan tembok besar Cina. (Tembok tersebut hanya berupa dinding sedangkan bagian atapnya belum sempat dibangun). Seluruh rakyat di negeri Cina dikerahkan untuk bekerja paksa membangun tembok besar tersebut, maka beribu orang mati saat pembangunan tersebut sehingga tenaga berkurang dan pembangunan pun berjalan lamban. Kaisar sangat tertekan dan mendatangkan banyak orang pintar untuk membantunya menyelesaikan masalah tersebut. Datanglah seorang peramal pintar yang memberikan pemecahan atas banyaknya korban yang mati saat pembangunan tersebut, dengan cara mencari orang bermarga Wan (Hokkian=Ban : puluhan ribu) untuk dijadikan tumbal yang ditanamkan dilokasi pembanguan. Pada saat tersebut dalam negeri tersebut hanya ada seorang marga Ban yang tersisa yang tinggal dibelahan lain Cina, yakni Ban Ki Neng, maka diperintahkanlah untuk mengundang Ban Ki Neng ke kota raja, Ban Ki Neng yang tidak tahu akan rencana Kaisar segera datang menghadap dan berakhirlah Ban Ki Neng sebagai tumbal pembangunan Tembok Besar Cina. Maka Tembok Besar Cina dalam versi mandarin bernama Wan Li Chang Chen (Hokkian=Ban Li Teng Shia=Tembok Panjang Puluhan Ribu LI) Istrinya Ban Kin Neng yang bernama Beng Khiu De, sedang hamil tua saat ditinggal pergi menunggu bertahun-tahun dan akhirnya tahu kalau suaminya telah dijadikan tumbal pembangunan tembok besar Cina memutuskan untuk meninggalkan anaknya pada orang tuanya dan menempuh perjalan jauh untuk mencari tulang belulang suaminya di kota raja. Berbagai halangan dijalan dilewati atas perlindungan dewa, maka sampailah dia di gerbang masuk Tembok Besar yang belum selesai semuanya, hanya bagian tembok yang sudah selesai sehingga Beng Khiu De tidak bisa masuk. Menangislah dia disisi luar Besar Cina sepanjang hari dan sepanjang malam,dan air matanya terus mengalir membasahi bumi. Langit tergetar oleh cinta seorang istri pada suaminya, langit bergelegar lantas bumi ikut bergetar ikut bersimpati pada Beng Khiu De, lalu....tiba tiba bagian tembok dekat Beng Khiu De pun rubuh rata dengan tanah. Akhirnya diapun dapat meneruskan niat sucinya untuk mencari tulang sang suami yang dicintainya. Manusia memang penuh cinta, bahkan pepatah Cina mengatakan Ai Sing Man Thian Sia (Rasa Cinta Membanjiri Kaki Langit). Namun cinta seorang istri terhadap suaminya maupun suami terhadap istrinya sungguh suatu karunia yang mampu menggetarkan langit dan bumi. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Aesop
![]() Aesop dikenal karena cerita-cerita fabel yang dianggap berasal dari dia. Berbagai macam kumpulan fabel dari Aesop masih diajarkan sebagai pendidikan moral dan digunakan sebagai subyek dari berbagai macam hiburan, khususnya dalam ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||