| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori CintaCinta Tiga PendetaPenulis: Anonim | Diposting: 19 Juli 2008 | Komentar: 0 komentarKetiga pendeta muda menunjukkan perilaku yg berbeda dalam menyikapi kematian putri itu. Pendeta 1 Duduk di atas tempat pembakaran mayat sang putri. Ia membuat gubuk dan menetap di sana terus menerus. Ia tidak mau meninggalkan tempat itu. Tak berhenti ia melantunkan doa pujian untuk arwah sang putri. Pendeta 2 Pergi ke Sungai Gangga untuk melaburkan tulang belulang dalam rangka menyempurnakan kematian sang putri. Sesuai tradisi Hindu, seseorang melaburkan tulang belulang orang yg meninggal sebagai tanda kecintaannya. Pendeta 3 Pergi berkelana, sampai akhirnya menemukan sebuah kitab Suci yg bisa menghidupkan orang yg sudah mati. Singkat cerita, dengan kitab suci yg ditemukan pendeta ke 3, sang putri hidup kembali. Dan tambah bingung karena ke tiga pendeta merasa paling berhak menikahi putri itu. Pendeta 1 berkata: "Sayalah yg menunggunya siang malam seraya melantunkan doa pujian untuknya" Pendeta 2 : "Sayalah yg melaburkan tulang belulangnya di Gangga" Pendeta ke-3: "Sayalah yg menemukan kitab suci yg menghidupkannya kembali" Pertanyaannya: "Siapakah diantara ketiga pendeta muda itu yg berhak jadi suami sang putri?" Pendeta 3 -> Karena telah menghidupkan putri itu kembali maka ia berada dalam posisi sebagai... BAPAK. Pendeta 2 -> Karena telah melaburkan tulang di Gangga, telah melakukan pengabdian. Karena itu dia lebih pantas menjadi ...ANAK. Pendeta 1: -> Pendeta inilah yg lebih berhak menjadi SUAMI, karena ia terus menerus berada di tempat pembakaran mayat sang putri. Ia tetap mencintai putri itu "walaupun" sudah menjadi debu, "walaupun" ia tidak bisa lagi melihat senyuman sang putri, "walaupun" ia tidak bisa lagi mendengar suara gadis yg dicintainya itu. Ia tetap setia menunggu di tempat itu sampai kapan pun. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Aesop
![]() Aesop dikenal karena cerita-cerita fabel yang dianggap berasal dari dia. Berbagai macam kumpulan fabel dari Aesop masih diajarkan sebagai pendidikan moral dan digunakan sebagai subyek dari berbagai macam hiburan, khususnya dalam ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||