| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori CintaCinta Tanpa SyaratPenulis: Anonim | Diposting: 30 Juni 2010 | Komentar: 0 komentarBegini kisah nya.... Di lihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi.Usia yang senja, bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 thn kesehariannya di isi dengan merawat istrinya yang sakit.Istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun. Mereka di karunia 4 orang anak.Disinilah cobaan menerpa.Setelah istrinya melahirkan anak ke 4, tiba2 kakinya lumpuh dan tak bisa di gerakkan.itu terjadi selama 2 tahun.Menginjak tahun ke 3 seluruh tubuhnya menjadi lemah,bahkan terasa tidak bertulang.lidahnya pun sudah tidak bisa di. Gerakkan lagi. Setiap hari pak Suyatno memandikan,membersihkan kotoran,menyuapi dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur.Sebelum berangkat kerja,dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrnya tidak merasakan kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.Untunglah tempat usaha Pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya. Sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya menonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja. Yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak Suyatno sudah cukup senang.Bahkan ia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.Rutinitas ini di lakukan lebih kurang 25 tahun, dengan sabar ia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka.Sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal. Si bungsu yang masih kuliah. Pada suatu hari, ke 4 anak pak Suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya.Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing-masing.Dan pak Suyatno memutuskan ibu mereka. Dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu...semua anaknya berhasil.... Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yang sulung berkata,"Pak , kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari mulut bapak...bahkan bapak tidak izinkan kami menjaga ibu".Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya,"sudah yang ke empat kalinya kami mengizinkan agar Bapak menikah lagi.Kami rasa ibu pun akan mengijinkannya.Kapan Bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tak tega melihat Bapak,kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baiknya bergantian..." Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak di duga anak2 mereka."Anak2 ku...jikalau Perkawinan & hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah...tapi ketahuilah dengan adanya ibu. Kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian...(Sejenak kerongkonganya tersekat)...kalian yang selalu ku rindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat menghargai. Dengan apapun.Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?". "Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah bisa bathin bapak bahagia meninggalkan Ibu mu dengan keadaannya sekarang, kalian menginginkan Bapak yang masih di beri Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit?". Sejenak, meledaklah tangis anak-anak Pak suyatno.Mereka pun melihat butiran2 kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno...dengan pilu, ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.... Sampailah akhirnya Pak Suyatno di undang oleh salah satu tv swasta untuk menjadi Nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan 25 tahun merawat sendiri istrinya yang sudah tidak bisa apa2...di saat itulah meledak tangis beliau dgn tamu yang hadir di studio,yg kebanyakan kaum perempuan...tidak sanggup menahan haru...di situlah Pak Suyatno bercerita.... "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya,tetapi tidak mau memberi waktu,tenaga,pikiran,perhatian...adalah ke sia-sia an.Saya memilih. Istri saya menjadi pendamping hidup saya,dan sewaktu dia sehat dia pun sabar merawat saya,mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu2.... Sekarang dia sakit karena berkorban utk cinta kita bersama...dan itu merupaka ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya.Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit..." Hmmmmmm mampukah kita setia pada pasangang kita di kala ditimpa cobaan?? Buat misuaku...aku tetap setia padamu apapun yang terjadi.insyaallah. *di ceritakan kembali kisah ini oleh bu upik...(Kick Andy, Metro TV) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Putu Wijaya
![]() Beliau mempunyai nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||