| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori CerpenSepucuk Surat dari KampungPenulis: Arereef | Diposting: 13 Juli 2008 | Komentar: 0 komentarTulisan bunda mengawali surat untukku, kalimat demi kalimat kubaca, air mata rindu pun tak bisa ku tahan, aku ingin pulang. tulisan sederhana Bunda dengan bahasa yang lembut kubaca berulang kali tanpa jenuh. Akhirnya..setangkup rindu yang aku pendam pun "pupus". ku kuatkan diri tuk pulang. roda-roda kereta, menjadi irama jarak bogor, jakarta hatiku semakin kalut dan bertanya apayang terjadi pada Bunda. Akhirnya stasiun terakhir telah tiba. aku masih jua membayangkan wajah Bunda yang semakin beranjak lanjut usia dengan kerut tergurat diwajahnya namun aura cantik dan kharismanya tak lekang seiring waktu. Dan... Assalamu'alaikum ...salamku pada Bundaku. kucium tangannya, kupeluk,aku menangis lagi. Bunda, hari ini aku ingin Bunda bercerita lagi tentang masa kecilku, dan aku haus nyanyianmu menghantarkan mimpi -mimpiku. membayangkan masa kecilku dulu. Bunda biarlah aku terlelap lagi dalam peluk dan buai, Bunda. Bunda aku ingin bunda ceritakan lagi sosok lelaki agung bernama MUHAMMAD, agar semua tutur sapa dan lakunya dapat aku jadikan pedoman hidup. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Kak Rico
![]() Keinginan untuk menjadi Pendongeng sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh pria kelahiran Jakarta berdarah Padang, Ambon, dan Manado ini. Kak Rico lebih senang berkecimpung dalam dunia Teater, Musik, dan ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||