Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Cerpen > Rasa Malu Sang Prajurit
 
 

Kategori Cerpen

Rasa Malu Sang Prajurit

Penulis: Anonim | Diposting: 15 November 2010 | Komentar: 0 komentar

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Mau pasang iklan juga? klik disini
ADA sebuah kisah pada zaman Alexander The Great, sekian ribu tahun sebelum Masehi. Seorang anggota pasukan Alexander yang gagah perkasa, merampas sebuah kendi dari tangan seorang petani tua yang akan mereguk airnya. Hari sedang panas terik, sehingga sangat menyiksa tubuh dan menimbulkan kehausan amat sangat. Tak ada sumur atau sungai di dekat situ. Hanya kendi air milik petani tua tadi.

Petani tua tak berdaya. Tapi sempat bertanya.
Apakah Anda tak punya air, wahai prajurit?
Tidak. Airku sudah habis sejak dua hari yang lalu.
Tapi Anda masih punya rasa malu, bukan? tanya petani itu lagi.

Apa maksudmu? Sang prajurit keheranan, hingga tak jadi mengangkat kendi ke bibirnya. Rasa malu telah merebut seteguk air dari seorang petani tua yang lemah tak berdaya. Padahal Anda masih punya kuda dan kekuatan untuk mencari sumber air yang isinya lebih dari isi kendi ini.

Prajurit terhenyak. Meminta maaf sambil menyerahkan kembali kendi yang cuma berisi setetes air itu kepada petani tua. Rasa malu telah menghadangnya dari berbuat zalim. Oleh Alexander, pengalaman prajurit itu ditorehkan dalam sebuah prasasti yang di Kota Epheseus (wilayah Turki sekarang), berbunyi, “Memiliki rasa malu adalah bukti keperwiraan para prajurit. Para perwira yang tak punya rasa malu, nilai pangkatnya lebih rendah dari para prajurit”.

Nabi Muhammad saw. menegaskan, malu sebagian dari iman. Al haya-u misful iman. Tegasnya, orang yang tak malu, imannya tak utuh lagi. Sedangkan filsuf ahli ilmu jiwa perkembangan termasyhur abad ke-9, Ibnu Tufail, menyatakan, rasa malu menyertai kodrat manusia. Manusia yang tak punya rasa malu kehilangan kodratnya sebagai manusia. Tapi zaman sekarang, rasa malu sudah lenyap sama sekali. Dalam kata lain, banyak manusia sudah kehilangan nilai keperwiraan seperti kata Alexander The Great. Kehilangan sebagian iman, menurut rumusan Rasulullah saw. Kehilangan kodrat manusia ” sehingga turun ke taraf binatang” sebagaimana pendapat Ibnu Tufail, penulis novel psikologi Hayy bin Yaqzan yang amat populer di dunia Barat itu. (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Kak Rico
Foto Kak Rico
Keinginan untuk menjadi Pendongeng sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh pria kelahiran Jakarta berdarah Padang, Ambon, dan Manado ini. Kak Rico lebih senang berkecimpung dalam dunia Teater, Musik, dan ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori CerpenRasa Malu Sang Prajurit
ADA sebuah kisah pada zaman Alexander The Great, sekian ribu tahun ...
Artikel Kategori CerpenPerpisahan Ini Bukan Keinginanku
Masih saja ini kejadian yang megejutkan buat Rianty sekalipun ini kejadian ...
Artikel Kategori CerpenPerintang Jalan
Dulu kala ada seorang raja yang pada suatu ketika meletakkan sebongkah ...
Artikel Kategori CerpenPerempuan yang Ditinggalkan
Jika sedang terjaga sendirian di tengah malam, menunggui Laila yang sebentar-sebentar ...
Artikel Kategori CerpenPerempuan Tua dan Hantu Jadi-jadian
Dahulu kala ada seorang wanita tua yang sangat-sangat gembira dan selalu ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
7
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -