Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Cerpen > Menuai Cinta di Hati Manusia
 
 

Kategori Cerpen

Menuai Cinta di Hati Manusia

Penulis: Anonim | Diposting: 10 September 2011 | Komentar: 2 komentar

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Mau pasang iklan juga? klik disini
Sebuah cerita dari Tiongkok.

Di sebuah daerah tinggal seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang hamba yang sangat lugu - begitu lugu, hingga orang-orang menyebutnya Si Bodoh.

Suatu kali sang tuan menyuruh si bodoh pergi ke sebuah perkampungan miskin untuk menagih hutang para penduduk di sana.


"Hutang mereka sudah jatuh tempo," kata
sang tuan.

"Baik, Tuan," sahut Si Bodoh. "Tetapi nanti uangnya mau diapakan?"

"Belikan sesuatu yang aku belum punyai," jawab sang tuan.

Maka pergilah Si Bodoh ke perkampungan yang dimaksud. Cukup kerepotan juga Si Bodoh menjalankan tugasnya; mengumpulkan receh demi receh uang hutang dari para penduduk kampung. Para penduduk itu memang sangat miskin, dan pula ketika itu tengah terjadi kemarau panjang. Akhirnya Si Bodoh berhasil jua menyelesaikan tugasnya. Dalam perjalanan pulang ia teringat pesan tuannya, "Belikan sesuatu yang belum aku miliki."

"Apa, ya?" tanya Si Bodoh dalam hati. "Tuanku sangat kaya, apa lagi yang belum dia punyai?"

Setelah berpikir agak lama, Si Bodoh pun menemukan jawabannya. Dia kembali ke perkampungan miskin tadi. Lalu dia bagikan lagi uang yang sudah dikumpulkannya tadi kepada para penduduk. "Tuanku, memberikan uang ini kepada kalian," katanya. Para penduduk sangat gembira. Mereka memuji kemurahan hati sang tuan.

Ketika Si Bodoh pulang dan melaporkan apa yang telah dilakukannya, sang tuan geleng-geleng kepala. "Benar-benar bodoh," omelnya.

Waktu berlalu. Terjadilah hal yang tidak disangka-sangka; pergantian dinasti di Cina karena pemberontakan membuat usaha sang tuan tidak semulus dulu. Belum lagi bencana banjir yang menghabiskan semua harta bendanya. Pendek kata sang tuan jatuh bangkrut dan melarat. Dia terlunta meninggalkan rumahnya. Hanya Si Bodoh yang ikut serta.

Ketika tiba di sebuah kampung, entah mengapa para penduduknya menyambut mereka dengan riang dan hangat; mereka menyediakan tumpangan dan makanan buat sang tuan. "Siapakah para penduduk kampung itu, dan mengapa mereka sampai mau berbaik hati menolongku?" tanya sang tuan. "Dulu tuan pernah menyuruh saya menagih hutang kepada para penduduk miskin kampung ini," jawab Si Bodoh. "Tuan berpesan agar uang yang terkumpul saya belikan sesuatu yang belum tuan punyai. Ketika itu saya berpikir, tuan sudah memiliki segala sesuatu. Satu-satunya hal yang belum tuanku punyai adalah cinta di hati mereka. Maka saya membagikan uang itu kepada mereka atas nama tuan. Sekarang tuan menuai cinta mereka." Si saudagar itu pun terharu atas perhatian orang-orang tersebut. (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Dikirim oleh: hendra excell fernandez fenand pada 14 September 2011
bagus an sangat mendidik sekali...tdk selamax org bodoh menyusahkan kadang malah sebaliknya

Dikirim oleh: arif wachyudin pada 24 September 2011
sebaliknya? maksudnya org pintar jg menyusahkan gitu?

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Kak Rico
Foto Kak Rico
Keinginan untuk menjadi Pendongeng sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh pria kelahiran Jakarta berdarah Padang, Ambon, dan Manado ini. Kak Rico lebih senang berkecimpung dalam dunia Teater, Musik, dan ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori CerpenMenuai Cinta di Hati Manusia
Sebuah cerita dari Tiongkok. Di sebuah daerah tinggal seorang saudagar kaya raya. ...
Artikel Kategori CerpenMenu Makan Malam
Sesuatu yang kelak retak dan kita membikinnya abadi. Ibu bersumpah untuk ...
Artikel Kategori CerpenMenjual Keperawanan
Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang ...
Artikel Kategori CerpenMendengarkan Hujan
setiap kali hujan turun aku memejamkan mata mendengarkan suara yang ia bawa sejak dari ...
Artikel Kategori CerpenMencintai dan Berpisah Karena Allah
Hari itu di pemakaman, siang begitu terik dan menyengat. Para pelayat ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
6
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -