| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori CerpenJangan Menilai Hanya Dari LuarPenulis: Anonim | Diposting: 06 Juli 2009 | Komentar: 0 komentar"Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda. "Oh... Saya mau ke Jakarta terus "connecting flight, ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua" jawab ibu itu. "Wouw..... hebat sekali putra ibu", pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. "Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak-adik adik nya?? "Oh ya tentu" si Ibu bercerita :"Anak saya yang kedua seorang dokter di Malang , yang ketiga Kerja di Perkebunan di Lampung, yang keempat menjadi arsitek di Jakarta, yang kelima menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke enam menjadi Dosen di Semarang." " Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke enam. "Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??" Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, "Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak". Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar nak" Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu...kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani..??" Dengan tersenyum ibu itu menjawab, " Ooo ...tidak tidak begitu nak. Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani" Pelajaran hari ini: Buka mata, hati, dan pikiranmu. Sebab kita tidak dapat membuat sebuah ringkasan sebuah buku sebelum membacanya sampai selesai. Orang bijak berkata, yang lebih penting bukanlah siapa kamu, melainkan apa yang kamu lakukan.. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Emha Ainun Nadjib
![]() Lahir di Djombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953 adalah seorang tokoh intelektual yang mengusung nafas Islami di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||