Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Cerpen > Hati dan Nurani
 
 

Kategori Cerpen

Hati dan Nurani

Penulis: Anonim | Diposting: 13 Desember 2008 | Komentar: 0 komentar

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Mau pasang iklan juga? klik disini
Ini adalah sebuah kisah pendek mengenai seseorang yang berduel maut dengan hati dan nuraninya.

Duel ini adalah duel tentang maut.

Hati: Takkan kubiarkan kau membunuh dirimu sendiri setelah membunuh sahabat sejatimu!

Nurani: Kau harus bertanggung jawab! Kematian bukanlah penyelesaian dari masalahmu!

Aku: Tapi...

Maut: Sudahlah, biar dia yang menentukan ajalnya. Bila dia ingin mati sekarang, aku sudah membawa sabit yang kuasah tadi pagi. Cukup untuk memotong leher anak ini.

Hati: Cukup, maut! Hentikan omomg kosongmu! Sebaiknya kau lari saja, Shin!

Nurani: Tidak bisa begitu! Shino harus menyerahkan dirinya ke kantor polisi!

Aku: Tapi aku tak mau!!!

Maut: Jadi mati saja!

Hati: Jangan.

Nurani: Jangan lakukan.

(Aku mengambil sebilah pisau yang sejak tadi kuselipkan di kantong celanaku. Sebuah pisau lipat yang berukirkan kata "FATE" pada gagangnya.)

Maut: Tak perlu kau lakukan itu. Aku sudah menyiapkan sabitku untuk perayaan kematianmu hari ini. Kau siap?

(Aku meletakkan pisau yang kugenggam.)

Aku: Aku siap.

Hati: Terserah kau, lah. Toh ini hidupmu.

Nurani: Aku tak ingin, tapi aku tak bisa melarangmu.

Maut: Baiklah.

Aku: Inikah diriku? Aku benar-benar seperti seorang pengecut.

Maut: Kenapa?

Aku: Karena aku tak sanggup membunuh diriku sendiri.

Maut: Oleh karena itulah aku ada untukmu.

Hati: Aku akan menyampaikan berita duka ini ke surga.

Nurani: Aku akan menyampaikan berita duka ini pada Tuhan.

Aku: Sayang sekali...

(Lima detik berlalu. Aku masih terpaku, dengan sebilah pisau yang menancap di leherku.)

Maut: This is "The Hero of The Day".

Hati: ...

Nurani: ...

(Rohku melayang-layang di udara sejenak, kemudian terbang secepat cahaya meninggalkan tubuhku yang berlumuran darah.)

Aku: Aku memang seorang pemberani.. (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Emha Ainun Nadjib
Foto Emha Ainun Nadjib
Lahir di Djombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953 adalah seorang tokoh intelektual yang mengusung nafas Islami di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori CerpenHati dan Nurani
Ini adalah sebuah kisah pendek mengenai seseorang yang berduel maut dengan ...
Artikel Kategori CerpenHal Kecil Dalam Kehidupan Kita
Saya pernah mengalami hal-hal kecil yang mungkin orang lain anggap hanyalah ...
Artikel Kategori CerpenGuru
Anak saya bercita-cita menjadi guru. Tentu saja saya dan istri saya ...
Artikel Kategori CerpenGoresan Mobil
Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil ...
Artikel Kategori CerpenGelombang Besar di Kota Itu
MUNGKIN akan banyak yang menaiki perahu itu, kalau saja Khidir tak ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
5
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -