Bahasa Indonesia | English Version
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
.
  Kembali ke beranda Beranda > Kategori Cerpen > Cerita Kehidupan Mario Capecchi
 
 

Kategori Cerpen

Cerita Kehidupan Mario Capecchi

Penulis: Anonim | Diposting: 23 Februari 2011 | Komentar: 0 komentar

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Ulasan lengkap mengenai Disabilitas dan Pandangan Masyarakat di Blog Personal milik Arif Wachyudin
www.arifwachyudin.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Laxmicreations Jakarta
Menyediakan berbagai macam karangan bunga, bunga papan & parcel sbg ucapan selamat
www.laxmicreations.com

Heliconia Villas
Komplek villa mewah di Bali, lengkap dgn kolam renang, ruang tengah, dapur & kmr mandi semi terbuka
www.heliconiavilla.com

Mau pasang iklan juga? klik disini
Bayangkan seorang anak kurus, dekil, dan liar yang biasa Anda lihat berkeliaran di jalanan kota. Ia mengemis, berkelahi, juga mencuri. Percayakah Anda bahwa anak seperti itu kelak bisa menjadi ilmuwan tersohor, peraih berbagai penghargaan internasional Barangkali hampir semua kita akan geleng kepala. Namun, itulah dongeng kehidupan Mario Capecchi yang berkat riset rekayasa genetikanya tahun ini memenangkan penghargaan bergengsi Nobel di bidang kedokteran.

Dilahirkan dari turunan keluarga Amerika makmur, Mario terdampar di jalanan setelah ibunya yang anti-Fasisme ditangkap Gestapo dan dijebloskan ke kamp konsentrasi Dachau saat pecahnya Perang Dunia II. Saat itu ia baru berumur empat tahun. Hampir selalu kelaparan, Mario melakukan apa saja untuk bertahan hidup. Terakhir, ia terkurung dalam sebuah rumah sakit bersama anak-anak jalanan lain. Mereka ditelanjangi dan tiap hari hanya dijatah secuil kecil roti dan segelas kopi. Saat hari menjelang siang, mereka semua selalu jatuh tak sadarkan diri di ranjang-ranjang sempit yang berimpit-impitan, tanpa seprei dan tanpa selimut.

Mario lolos dari maut saat ibunya datang menjemput. Setengah sakit jiwa, sang ibu membawa anaknya yang berumur 9 tahun kembali ke Amerika. Mario lantas dibesarkan oleh paman dan bibinya dalam lingkungan komunitas Quaker (salah satu kelompok religius yang hidup secara kolektif). Sekalipun belum pernah mencicipi bangku sekolah dan tidak bisa berbahasa Inggris, ia langsung dimasukkan ke kelas tiga SD di sekolah Quaker. Para guru membiarkannya bereksplorasi dengan cat dan mural sebagai sarana berkomunikasi.

Di tingkat SMA, ia merasa para guru memperlakukan murid seolah-olah sudah mahasiswa. Guru berdialog dengan murid. Tidak ada buku teks. Itu membuat belajar jadi terasa menyenangkan. Ia juga menyerap nilai tanggung jawab sosial dari lingkungan Quaker-nya. Ada kesadaran tentang masalah-masalah dunia. Memang tidak pernah diajarkan, tetapi terasa bahwa kita dapat bahkan harus melakukan sesuatu untuk membuat dunia jadi lebih baik.?

Bekal pengetahuan dan nilai-nilai hidup dari sekolah Quaker ditambah pengaruh pribadi pamannya yang berprofesi sebagai fisikawan akhirnya menuntun jalan hidup Mario menjadi ilmuwan. Dalam pekerjaan, ia dikenal sebagai pribadi yang sangat kreatif, profesional, dan terampil bekerja sama dalam tim. Dalam kehidupan pribadi, ia punya keluarga yang harmonis.

Ada kutipan menarik dalam orasi Mario ketika menerima Kyoto Prize tentang hakikat dari pendidikan. Merenungkan masa kecilnya sendiri, ia berpendapat: ?Satu-satunya hal yang perlu kita sediakan bagi semua anak kita adalah cukupnya kesempatan untuk mengejar minat-minat dan mimpi-mimpi mereka. Tingkat pemahaman kita tentang perkembangan manusia terlalu dangkal untuk memprediksi siapa di antara anak-anak itu yang akan menjadi Beethoven, Modigliani, atau Martin Luther King berikutnya. (www.pondokbaca.com)

kirimkan artikel ini ke teman Kirim artikel cetak dan print artikel ini Cetak artikelbagikan artikel ini di delicious! bagikan artikel ini di digg! bagikan artikel ini di facebook! bagikan artikel ini di google! bagikan artikel ini di newsvine! bagikan artikel ini di reddit! bagikan artikel ini di simpy! bagikan artikel ini di spurl! bagikan artikel ini di stumbleupon! bagikan artikel ini di technorati! bagikan artikel ini di twitter! bagikan artikel ini di yahoo!

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini..

Kirim Komentar

Nama Anda:
Email:
Blog/Website:
Komentar Anda:
Masukkan kode:
 
Kategori

Pasang iklan murah cuma 90 ribu sekali seumur hidup

Artikel Terbaru:
13 April 2012 - Kategori Humor
Abu Nawas Sang Penggeli Hati
3 April 2012 - Kategori Humor
Pintu yang Selalu Terbuka
3 April 2012 - Kategori Motivasi
Hikmah Cerita Keledai
3 April 2012 - Kategori Humor
Ujian Susulan Empat Mahasiswa
3 April 2012 - Kategori Humor
Jangan Terlalu Dalam

Sponsor Kami:



Info Lowongan Kerja
Butuh info lowongan kerja? Disini tempatnya. Tersedia informasi lowongan pekerjaan yang selalu update
www.karir.com


Profil Penulis:
Kak Rico
Foto Kak Rico
Keinginan untuk menjadi Pendongeng sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh pria kelahiran Jakarta berdarah Padang, Ambon, dan Manado ini. Kak Rico lebih senang berkecimpung dalam dunia Teater, Musik, dan ...

Mau dapet update artikel lewat email?
Silakan masukkan email anda:

Delivered by FeedBurner

 
 
Artikel Kategori CerpenCerita Kehidupan Mario Capecchi
Bayangkan seorang anak kurus, dekil, dan liar yang biasa Anda lihat ...
Artikel Kategori CerpenCerita Cinta Langit Laut Angin Awan
Dahulu kala,langit dan laut saling jatuh cinta. Mereka sama2 saling menyukai ...
Artikel Kategori CerpenCahaya Bulan
Madame Julie Roubere tengah menanti kedatangan kakak perempuannya, Madame Henriette Letore, ...
Artikel Kategori CerpenBukan Perempuan Biasa
Perempuan itu sibuk sekali.. Malam merambat pelan. Jarum jam sudah menunjukkan pukul ...
Artikel Kategori CerpenBukan Cinta Segitiga
Seharusnya aku tak membuka rahasia ini, tetapi sepertinya aku sudah tak ...
 
  ˆ Kembali ke atas  
Online user
6
 
  Klik RSS Feeds ini untuk berlangganan artikel di Pondokbaca.com
- - -