| Bahasa Indonesia | English Version |
PondokBaca
Kumpulan artikel motivasi, renungan, humor dan puisi
|
|||||||||||||||
| . | |||||||||||||||
Kategori CerpenApakah Bapak Tuhan?Penulis: Anonim | Diposting: 8 Desember 2011 | Komentar: 0 komentar" Ada apa Bu?" tanyaku sambil membelokkan sepeda ke arahnya. " Pak Guru Tulus, apa bisa minta tolong mengantar cucu saya ke Puskesmas?Dia demam dan saya tidak bisa mengantarnya sendiri." Sejenak aku melirik ke arah seorang anak perempuan kecil berumur kurang lebih 9 tahun yang memang kelihatan lemah dan sakit. Aku berpikir sejenak, jarak Puskesmas itu agak jauh dari tempat tujuanku. Akan tetapi, tidak apalah kalau kuantar anak itu dulu ke sana. " Baik Bu" sahutku pendek. Kunaikkan anak perempuan itu di boncengan sepedaku dan kuminta dia berpegangan erat - erat. Lalu kami berangkat. Di tengah jalan anak itu bertanya : " Apakah Bapak ini Tuhan?" Aku terkejut mendengar pertanyaan aneh itu. " Bukan", jawabku pendek. " Kalau begitu, apa Bapak bekerja untuk Tuhan?" tanyanya lagi. aku semakin penasaran. " Mengapa engkau bertanya demikian Nak?" " Soalnya, tadi aku mendengar Nenek berdoa, mohon supaya Tuhan mengantarkan saya ke Puskesmas. Dan Bapaklah yang kemudian datang." " Oh begitu.."jawabku geli. Tetapi, kemudian aku berdiam diri sejenak menyadari pertanyaan tadi: apakah benar aku bekerja untuk Tuhan? Apa yang sebetulnya sedang kulakukan saat ini ? " Ya, Nak, aku sedang bekerja untuk Tuhan," jawabku lirih. (Diambil dari Rm. B.B. Triatmoko, SJ dengan judul Pak Guru Tulus - Pergulatan mencari makna kehidupan) Intisari: Kita sering tidak mampu mendengar panggilan Tuhan karena terlalu sibuk dengan pikiran - pikiran dan prasangka - prasangka kita sendiri. Pak Tulus dibangunkan dari prasangka - prasangkanya oleh sebuah pertanyaan sederhana: " Apakah Bapak bekerja untuk Tuhan?" Kita tidak bisa bekerja untuk Tuhan apabila hati dan pikiran kita dipenuhi dengan prasangka dan pengadilan terhadap orang - orang di sekitar kita. (www.pondokbaca.com) Kirim artikel Cetak artikelKomentarBelum ada komentar. Kirim Komentar |
Kategori
Artikel Terbaru:
Sponsor Kami: Profil Penulis: Kak Rico
![]() Keinginan untuk menjadi Pendongeng sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh pria kelahiran Jakarta berdarah Padang, Ambon, dan Manado ini. Kak Rico lebih senang berkecimpung dalam dunia Teater, Musik, dan ... |
||||||||||||||
|
|||||||||||||||
| ˆ Kembali ke atas |
|
||||||||||||||
Copyright © PondokBaca.com 2008 - 2011 | Designed and developed by: Arif Wachyudin |
|||||||||||||||
| - | - | - | |||||||||||||